Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Beginilah Cara Pengembang Gandeng Milenial Pahami Properti

Kamis 19 Nov 2020 21:50 WIB

Red: Hiru Muhammad

Edukasi sejak dini tentang masalah properti kepada kaum milenial sangat penting. Ini menjadi langkah strategis karena industri properti memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Edukasi sejak dini tentang masalah properti kepada kaum milenial sangat penting. Ini menjadi langkah strategis karena industri properti memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Foto: intiland
Milenial harus paham tentang properti karena mereka konsumen masa depan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Edukasi sejak dini tentang masalah properti kepada kaum milenial sangat penting. Ini menjadi langkah strategis karena industri properti memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Di dalamnya terdapat 175 industri turunan, 350 Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja. "Sebagai industri strategis, keberlanjutan industri menjadi fokus penting bagi seluruh pemangku kepentingan, kata Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, dalam webinar Youth Panel dan I am Community,  Kamis (19/11). 

Menurutnya, anak muda dan kelompok milenial ini harus paham tentang properti, mengerti investasi properti dan mampu berinvestasi. Membeli produk properti adalah sebuah langkah penting, karena mereka adalah konsumen masa depan. Karena itu pihaknya sebagai pengembang properti meluncurkan Intiland Youth Panel dan I AM Community. 

Program ini adalah tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan untuk anak-anak muda atau kelompok generasi milenial. Melalui program Intiland Youth Panel, Perseroan mengambil inisiatif untuk mensosialisasikan sektor properti dan menyelenggarakan beragam aktivitas edukasi properti kepada anak-anak muda sejak dini.

Pembentukan program Intiland Youth Panel dan I AM Community juga berangkat dari keprihatinan terhadap persepsi umum di kelompok milenial bahwa properti bukan prioritas penting. Mereka merasa hal-hal lain seperti gaya hidup, liburan, hobi, gawai, atau produk bermerek, sebagai faktor yang lebih penting. Kurangnya pengenalan tentang industri dan investasi ini melahirkan pandangan bahwa properti bukan prioritas dan dirasakan sebagai sesuatu hal yang tidak terjangkau.

Sebagai upaya untuk meningkatkan jangkauan, maka pelaksanaan program Intiland Youth Panel dilakukan melalui kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai lembaga dan komunitas yang memiliki tujuan sama. Program ini juga melahirkan komunitas anak muda, salah satunya adalah pembentukan I AM Community. Selain itu Perseroan juga berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap program vokasi dan kemahasiswaan UI untuk mengerjakan studi kelayakan pada salah satu proyek Perseroan."Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak muda untuk berkiprah dan belajar mengenai industri properti melalui I AM Community," ujarnya. 

I AM Community adalah sebuah komunitas yang beranggotakan anak-anak muda dari berbagai latar belakang pendidikan dan wilayah. Komunitas ini memfokuskan program dan kegiatannya pada aktivitas edukasi, keahlian, pengembangan personal, dan motivasi mengenai industri dan investasi properti.

Dirintis sejak tahun 2018, komunitas dengan slogan I AM Smart, I AM Capable! ini berkembang pesat dan keanggotaannya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Para anggotanya berasal dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi swasta dan negeri terkemuka.  

Monica Tanata, pendiri dan Chief Executive Officer I AM Community, memaparkan salah satu program utama saat ini adalah I AM Talent, sebuah ajang pemilihan dan pelatihan bagi Brand Ambassador dan Duta. Proses seleksi dan rangkaian program-programnya diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan Instagram selama tiga bulan, sejak bulan Agustus sampai November 2020. "Mereka belajar mengembangkan potensi diri dan karier secara efektif, mampu mendayagunakan perkembangan sosial media, dan paham serta berani melakukan investasi properti sejak usia muda," kata Monica.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA