Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Pengelola Wisata Diminta Bersiap Hadapi Libur Akhir Tahun

Kamis 19 Nov 2020 21:35 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Kawasan Malioboro di Yogyakarta.

Kawasan Malioboro di Yogyakarta.

Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
Aktivitas perekonomian bisa berjalan namun tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong pengelola destinasi wisata dan restoran memastikan penerapan protokol kesehatan. Utamanya, dalam menghadapi libur panjang akhir tahun.

"Ke depan menghadapi libur akhir tahun ini harus menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi untuk kesiapan kami di objek wisata dan restoran," ujar Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana, ditemui di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Yogyakarta, Kamis (19/11).

Menurut Biwara, saat ini merupakan masa di mana interaksi masyarakat sudah kembali meningkat. Akibatnya, risiko penularan Covid-19 juga ikut meningkat. "Interaksi orang semakin meningkat artinya betpotensi menimbulkan penularan," kata dia.

Munculnya, kasus penularan Covid-19 di salah satu warung makan di Kota Yogyakarta yang menjual berbagai menu mi dan nasi goreng dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat bahwa ancaman penularan virus itu masih nyata. Menurut dia, aktivitas perekonomian bisa berjalan namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kalau aktivitas mau jalan ya konsekuensinya harus betul-betul ketat dan disiplin. Jangan mengabaikan. Harus semakin ketat, semakin disiplin dalam menerapkan protokol itu," jelasnya.

Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama berpendapat pemerintah perlu mengambil kebijakan memperpendek hari libur saat libur panjang akhir tahun 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19. Langkah lain yang dapat dilakukan dengan memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata.

Edukasi terkait protokol kesehatan, menurut dia, harus dilakukan secara simultan antara pelaku wisata dan penyelenggara wisata. Tujuannya, agar bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Bayu mengatakan tempat wisata yang berada di dalam ruangan memiliki risiko tinggi penularan Covid-19, seperti kolam renang, hotel, dan lainnya. Karenanya, dia mengimbau masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Dispilin pakai masker dengan baik dan benar. Hindari tempat wisata yang padat sehingga tidak bisa jaga jarak," kata dia.

Apabila hendak makan dianjurkan untuk mencari tempat makan yang terbuka (outdoor). Jika memilih tempat makan tertutup, menurut dia, harus dipastikan jaga jarak dan memiliki ventilasi yang baik.

"Kuncinya displin memakai masker dan waspada terhadap ventilasi, durasi, jarak. Jangan lupa juga untuk melihat kondisi tubuh jika tidak fit sebaiknya di rumah saja," kata dia.

                           

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA