Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Satgas Soroti 5 Daerah Betah di Zona Merah Covid-19

Kamis 19 Nov 2020 17:54 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nur Aini

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Foto: BPIP
Lima daerah berada di zona merah Covid-19 selama 3 pekan berturut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan, terdapat 28 kabupaten kota yang masuk ke dalam zona merah atau kawasan risiko tinggi pada pekan ini. Namun, lima kabupaten kota menjadi sorotan utama karena berada di zona merah selama beberapa pekan tanpa ada perubahan.  

Kelima daerah tersebut yakni Pemalang (Jawa Tengah) berada di zona merah selama 3 pekan berturut-turut, Kutai Timur (Kalimantan Timur) selama 3 pekan berturut-turut, Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur) selama 4 pekan berturut-turut, Kota Bandar Lampung (Lampung) selama 5 pekan berturut-turut, dan Pati (Jawa Tengah) selama 11 pekan berturut-turut.

“Mohon bantuan gubernur, wali kota, dan bupati betul-betul memperhatikan kondisi ini,” kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/11).

Baca Juga

Wiku mengingatkan agar pemerintah daerah dan masyarakat di daerah tersebut tidak lengah dan membiarkan kondisi ini terus menerus. Menurut dia, jika suatu daerah berada di zona merah selama berpekan-pekan lamanya menunjukan pemerintah dan masyarakat yang sudah mulai lengah.

Ia pun meminta daerah meningkatkan pemeriksaan, pelacakan, dan perawatan serta memaksimalkan layanan kesehatan pasien Covid. Sehingga, kasus aktif dan kasus kematian dapat menurun.

“Jangan biarkan daerah anda menjadi sumber utama penularan. Pastikan juga protokol kesehatan dilakukan secara disiplin oleh masyarakat,” ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA