Rabu 18 Nov 2020 19:08 WIB

Wagub DKI: Kita Harus Biasakan Simulasi Banjir

Perlu dilakukan simulasi penanganan banjir secara intensif terhadap masyarakat.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Esthi Maharani
Wakil Gubernur DKI Jakarta - Ahmad Riza Patria
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Wakil Gubernur DKI Jakarta - Ahmad Riza Patria

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta jajarannya agar siap siaga menghadapi banjir yang kerap terjadi di Ibu Kota saat musim hujan tiba. Ariza juga menyebut, perlu dilakukan simulasi penanganan banjir secara intensif terhadap masyarakat.

"Jadi kita harus biasakan simulasi (penanganan banjir)," kata Ariza dalam keterangan tertulis resminya, Rabu (18/11).

Ariza mencontohkan, di Jepang, simulasi penanganan bencana bagi masyarakat dilakukan secara masif. Bahkan, ia menuturkan, anak usia TK di negara itu telah mulai mengajarkan simulasi adanya potensi gempa.

Menurut Ariza, dengan adanya pelaksanaan simulasi, maka tidak hanya pemerintah saja, tetapi masyarakat di Jakarta juga akan lebih siap dan paham dalam menghadapi bencana banjir. "Jadi masyarakat Jepang itu sejak kecil sampai lansia sudah siap (menghadapi bencana gempa). Warga Jakarta juga pernah ikut merasakan simulasi. Jadi ketika banjir kita semua sudah siap. Saya kira itu," jelas dia.

Selain itu, Ariza pun mengimbau pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam menangani banjir di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Terutama penanganan terhadap para pengungsi yang terdampak banjir.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali menuturkan, jajarannya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi musim hujan kali ini. Di antaranya menyiapkan sejumlah peralatan, seperti pompa stasioner, pembangunan sumur resapan, alat ukur curah hujan.

Tidak hanya itu, Marullah juga mengungkapkan, pihaknya pun telah melakukan pengerukan pada Kali Krukut, Kali Mampang, dan Kali Sekretaris. Kemudian pengeringan waduk dan embung-embung, serta penanganan genangan di Jalan Gatot Subroto sampai perempatan Kuningan.

"Dan menangani genangan jalur lambat depan kampus Atmajaya termasuk di antaranya jalur lambat di depan kantor Kementerian PAN RB, serta pembersihan tali air," ungkap Marullah.

Adapun Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan sarana pendukung penanggulangan banjir ke lima kota administrasi di Ibu Kota. Penyerahan itu dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Adapun sarana pendukung tersebut terdiri dari 29 perahu jerigen, 29 pelampung ring buoy, 58 dayung, 65 ban dalam truk, 13 rompi, 13 topi. Kemudian ada 333 buku pedoman untuk organisasi perangkat daerah (OPD), 33.060 buku panduan untuk masyarakat, dan 21 ribu masker kain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement