Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Banyak Pengaduan, OJK Siapkan Aplikasi Perlindungan Konsumen

Rabu 18 Nov 2020 16:26 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara. OJK akan meluncurkan aplikasi portal perlindungan konsumen (APPK) pada akhir tahun.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara. OJK akan meluncurkan aplikasi portal perlindungan konsumen (APPK) pada akhir tahun.

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Aplikasi ini diharapkan mempercepat proses pengaduan konsumen ke lembaga keuangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meluncurkan aplikasi portal perlindungan konsumen (APPK) pada akhir tahun. Adapun aplikasi ini akan mempermudah dan mempercepat layanan pengaduan konsumen sektor keuangan.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, aplikasi ini akan terintegrasi dengan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS). Dengan begitu, terjadi integrasi data yang bisa mempercepat proses pengaduan dari konsumen langsung ke pelaku sektor keuangan.

"Mudah-mudahan bisa beroperasi mulai awal Januari 2021. Konsumen kita arahkan mengadu lewat aplikasi langsung ke OJK yang otomatis diteruskan kepada pelaku jasa keuangan yang diajukan," kata Tirta, Rabu (18/11).

Baca Juga

Tirta menyatakan, penanganan pengaduan masyarakat terhadap sektor jasa  keuangan tetap dijalani oleh OJK meski ada Covid-19 dan WFH. Nantinya regulator menjalankan tugas penanganan pengaduan dari berbagai kanal.

Hingga September 2020, pengaduan ke OJK melalui telepon tidak melonjak, sekitar 68 ribu aduan, email sebanyak 56 ribu, WhatsApp lebih 138 ribu pengaduan yang masuk. "Penanganannya berangsur-angsur kami lakukan. Pada waktu awal pandemi ada lonjakan bisa 11 ribu sehari dan surat 7.000 aduan," ucapnya.

Hingga secara total, pengaduan yang masuk ke OJK mencapai 270 ribu aduan. Adapun pengaduan yang masuk paling banyak terkati jasa perbankan, multifinance, dan diikuti fintech. "Kebanyakan masyarakat menanyakan mengenai restrukturisasi," kata Tirta.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA