Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Iran Sindir Arab Saudi: Uang tak Bisa Dipakai untuk Melobi

Selasa 17 Nov 2020 19:14 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Grafis

Grafis

Foto: republika
Iran meminta Arab Sadi menahan diri menyebarkan kebencian terhadap Teheran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kementerian Luar Negeri Iran merespons seruan Arab Saudi agar warga global melakukan tindak terhadap Teheran, Senin (16/11). Menurut Iran, sebaiknya kerajaan menahan diri dari tuduhan tak berdasar dan penyebaran kebencian.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan kalau negaranya mendukung perdamaian. Dia justru membalas serangan yang disampaikan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud terkait pengembangkan program rudal nuklir dan balistik Teheran.

Baca Juga

“Tapi saya yakin pesan Iran sudah jelas… rezim Saudi harus tahu bahwa perdamaian tidak dapat dicapai dengan membunuh rakyat Yaman, kawasan itu tidak dapat diatur melalui penyebaran Wahabisme dan kelompok takfiri," kata Khatibzadeh dikutip dari AlJazirah.

Khatibzadeh menyatakan dengan lantang, uang tidak dapat digunakan untuk melobi. Sumber daya Muslim tidak bisa dihabiskan untuk mengkhianati Palestina. Pernyataan ini merujuk pada hubungan romantis antara Saudi dengan Amerika Serikat yang mendukung Israel.

"Selama penguasa Saudi tidak berbalik dari jalan yang salah ini, tidak akan ada prospek untuk memperbaiki situasi Saudi yang terisolasi bahkan di kawasan Teluk Persia," ujar Khatibzadeh.

Juru bicara Iran juga mengirimkan pesan persatuan kepada negara-negara Muslim di kawasan. Menurutnya, akan menyakitkan bahwa wilayah yang seharusnya sama-sama membantu dan memajukannya justru saling berkhianat. “Berdasarkan keyakinan kami, tangan persahabatan Republik Islam masih terbuka untuk semua negara Islam,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Raja Salman mendesak dunia untuk mengambil sikap tegas guna mengatasi upaya Iran untuk mengembangkan program nuklir. “Kerajaan itu menekankan bahaya proyek regional Iran, campur tangannya di negara lain, pengembangan terorisme, mengipasi api sektarianisme," katanya.

Penguasa Saudi berusia 84 tahun itu juga mengatakan kepada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September bahwa dunia perlu memerangi ekspansionisme Iran. Arab Saudi dan Iran telah terlibat dalam beberapa perang proksi di Yaman selama bertahun-tahun. Koalisi yang dipimpin Saudi telah memerangi gerakan Houthi yang berpihak pada Teheran selama lebih dari lima tahun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA