Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Politikus PDIP Desak Idrus Tarik Ucapannya

Selasa 17 Nov 2020 17:40 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Muchamad Nabil Haroen

Muchamad Nabil Haroen

Foto: Dok NU Gallery
Doa yang disampaikan Idrus dalam acara di Markas FPI berpotensi memecah belah warga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mendesak, agar Idrus Jamalullail menarik ucapannya yang mendoakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berumur pendek. Dia juga meminta agar yang bersangkutan meminta maaf kepada pihak terkait.

"Hal yang baik untuk disegerakan adalah mendoakan semua pihak agar diberi kesehatan, sekaligus amal baik untuk mengabdi kepada Indonesia, mengabdi untuk kebaikan semua," kata Nabil dalam keterangan tertulisnya kepada Republika, Senin (16/11).

Anggota Komisi IX DPR itu memandang doa yang disampaikan Idrus dalam acara maulid nabi di Markas FPI, Petamburan, Sabtu (14/11) lalu  berpotensi memecah belah antarwarga. Menurutnya, mendoakan Presiden Joko Widodo dan Ibu Megawati Soekarnoputri agar berumur pendek itu tidak hanya tidak patut secara etika, tapi juga bertentangan dengan ajaran agama. 

"Terlebih, Nabi Muhammad mengajarkan agama Islam sebagai agama yang menebar rahmah, bukan kebencian dan caci maki," ucap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama tersebut.

Dirinya juga mendesak agar FPI juga turut menyampaikan permintaan maaf. Meskipun hal tersebut dilakukan secara pribadi. Namun, kejadian berlangsung di agenda yang diselenggarakan FPI, sekaligus juga disiarkan secara langsung melalui saluran media resmi organisasi. 

"Saya kira, FPI tidak bisa hanya lepas tangan, tanpa ada sikap kooperatif. Jangan sampai kejadian ini merusak situasi kondusif di Indonesia. Jangan rusak Indonesia dengan kebencian dan caci maki," ujarnya. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA