Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Jerman Nobatkan 'Pemalas' Jadi Pahlawan Pandemi

Selasa 17 Nov 2020 07:10 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi menonton TV

Ilustrasi menonton TV

Foto: Pixabay.com
Mereka yang duduk seharian di rumah adalah pahlawan pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pemerintah federal Jerman merilis iklan video tentang siapa yang dapat menjadi pahlawan di masa pandemi Covid-19. Pemerintah Jerman menilai, mereka yang hanya diam di rumah merupakan pahlawan pandemi Covid-19.

Senin (16/11) Deutsche Welle melaporkan iklan berjudul "#pahlawanspesial -Bersatu Lawan Korona" berdurasi 1,35 menit. Dalam iklan tersebut, Pemerintah Jerman mengajak masyarakat mengikuti pahlawan virus corona.

Yaitu, mereka yang hanya duduk di sofa dan menonton televisi seharian. Mereka menyebutnya sebagai 'the couch potato' atau kentang sofa. Karena kebiasaan menonton televisi sambil mengunyah makanan ringan seperti kentang.

Video pendek itu dimulai seorang laki-laki tua yang mengenang kembali 'pengabdiannya' kepada negara pada gelombang kedua wabah virus corona. Ia mengingat, saat itu, ia masih seorang mahasiswa berusia 22 tahun.

"Di musim dingin 2020, ketika pandangan seluruh negeri mengarah pada kami, saya baru berusia 22 tahun dan belajar teknis," kata narator.

"Pada usia itu, Anda ingin pesta, belajar, mengenal orang, minum bersama teman-teman, tapi nasib memiliki rencana lain untuk kami," tambah.

Dengan musik yang dramatis adegan pindah ketika narator masih seorang laki-laki muda. Wajah laki-laki muda menghadap kamera, tiba-tiba ada ledakan di matanya.

"Tiba-tiba nasib negara berada di tangan kami, jadi kami mengerahkan semua keberanian kami dan melakukan apa yang diharapkan dari kami, satu-satunya hal yang benar," kata narator.

"Kami tidak melakukan apa pun, benar-benar tidak melakukan apa pun. Malam seperti rakun," tambah narator dengan nada serius.

"Siang dan malam, kami tetap diam di rumah dan kami bertempur melawan penyebaran virus," lanjutnya.

Adegan bolak-balik antara narator yang sudah tua dengan masa mudanya. Saat masih muda, narator hanya tiduran di sofa, mengunyah camilannya, dan terus-menerus memandang televisi.

"Sofa kami adalah garis depan dan kesabaran adalah senjata kami," kata narator.

Iklan itu berakhir saat narator mengatakan, 'mengingatnya lagi, itu nasib kami, itulah bagaimana kami menjadi pahlawan'. Dalam iklan tersebut, pemerintah iklan menulis pesan 'Anda juga bisa menjadi pahlawan dengan diam di rumah'.

Jerman melaporkan 775.556 kasus infeksi dan 12.378 kasus kematian virus corona. Demi mengendalikan penyebaran virus, sejak awal November pemerintah menerapkan karantina wilayah selama satu bulan.  
Restoran-restoran, bar-bar, dan gym-gym ditutup. Sementara, jumlah orang yang dapat bertemu di ruang publik atau di rumah dibatasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA