Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Komunitas Sebersy Tempat Belajar Anak tak Mampu di Bogor

Selasa 17 Nov 2020 02:25 WIB

Red: Gita Amanda

Ilustrasi buku pelajaran. Komunitas Sebersy di Bogor jadi tempat belajar anak tak mampu.

Ilustrasi buku pelajaran. Komunitas Sebersy di Bogor jadi tempat belajar anak tak mampu.

Foto: Republika/Prayogi
Komunitas Sebersy membantu anak-anak dari keluarga tak mampu agar dapat belajar

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR  -- Komunitas Sekolah Bersama Yuk (Sebersy) di Kampung Ceger Kelurahan Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor adalah komunitas pendidikan bagi anak-anak tidak mampu di lingkungan sekitar. Komunitas Sebersy ini sudah dirintis sejak sekitar 10 tahun lalu, untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu agar dapat belajar.

Pendiri Komunitas Sebersy, Bima Prasetyo Adi di Kota Bogor, Senin (16/11), mengatakan dirinya tergerak untuk membangun komunitas Sebersy bermula dari sering melihat anak-anak usia sekolah dasar tapi sudah memulung plastik bekas minuman kemasan air mineral. Pemuda berusia 29 tahun ini bercerita, dalam sebuah dialog dengan beberapa anak pemulung, menyebutkan bahwa uang hasil penjualan dari memulung plastik ini untuk dibelikan peralatan untuk belajar.

"Di sini saya tergerak untuk melakukan sesuatu membantu anak-anak tersebut agar tidak lagi hidup di jalanan. Saya dibantu beberapa teman kemudian membentuk kelompok belajar ini," katanya.

Bima Prasetyo bercerita, melalui komunitas Sebersy tersebut, dia teman-tema relawan memberikan pelajaran sekaligus memotivasi anak-anak agar terus belajar dan tidak putus sekolah.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyempatkan diri mengunjungi komunitas Sebersy di Kampung Ceger Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, yang menempati lahan seluas 4x5 meter. Pada kunjungan tersebut, Bima Arya menyatakan, keberadaan komunitas Sebersy selama sekitar 10 tahun menunjukkan para relawan pendirinya sungguh-sungguh untuk membantu anak-anak tidak mampu bisa terus belajar.

"Waktu 10 tahun itu, bukan sebentar. Diperlukan tekad kuat dan konsistensi untuk terus mengelolanya," katanya.

Menurut Bima Arya, Pemerintah Kota Bogor mendukung, dan akan membantu apa yang dibutuhkan. "Semoda keberadaan komunitas ini bisa menginspirasi bagi pemuda lainnya. Ini adalah contoh yang menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga menyatakan, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor akan menyerahkan bantuan seperangkat alat WiFi dan sejumlah buku.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA