Senin 16 Nov 2020 23:33 WIB

Digitalisasi Sekolah Jangan Hanya Bagi-Bagi Laptop

Pemerintah harus menyiapkan infrastrukturnya baik listrik maupun jaringan internet.

Program digitalisasi Kemendikbud hendaknya jangan hanya sekedar bagi-bagi laptop ke sekolah di daerah. (Foto: Ilustrasi aplikasi belajar online)
Foto: Pixabay
Program digitalisasi Kemendikbud hendaknya jangan hanya sekedar bagi-bagi laptop ke sekolah di daerah. (Foto: Ilustrasi aplikasi belajar online)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji mengatakan program digitalisasi Kemendikbud hendaknya jangan hanya sekedar bagi-bagi laptop ke sekolah di daerah. "Jangan hanya bagi-bagi laptop, tapi juga disiapkan infrastrukturnya di daerah itu. Baik listriknya maupun jaringan internetnya," ujar Indra dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/11).

Dia menambahkan jika hanya sekedar bagi-bagi laptop, maka hal itu bukan digitalisasi sekolah melainkan pembelian laptop. Hal itu sudah terjadi pada era kepemimpinan Mendikbud sebelumnya.

Baca Juga

"Jadi, jangan sampai hanya ganti baju saja," imbuh dia.

Indra menyarankan selain menyiapkan infrastruktur untuk digitalisasi sekolah, maka juga perlu dipersiapkan sumber daya manusianya. Perlu ada pelatihan kepada guru maupun siswa dalam program digitalisasi itu.

"Kalau hanya sekedar bagi-bagi laptop, tapi tidak ada jaringan internetnya maka akan si-sia program digitalisasi sekolah. Apalagi jika gawai yang dibeli perlu koneksi internet, maka hal itu akan sia-sia. Begitu juga kalau SDM nya kurang mendukung," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan pihakya akan melanjutkan program digitalisasi sekolah pada tahun 2021. Saat ini, Kemendikbud bersama dengan Kemenkominfo melakukan pemetaan sekolah mana saja yang memiliki jaringan internet dan listrik.

Nadiem mengatakan akan memprioritaskan sekolah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Bantuan yang diberikan berupalaptop, proyektor, serta perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

sumber : Antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement