Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

BKPM dan Investor Apresiasi Komitmen Jabar

Senin 16 Nov 2020 20:46 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam mendorong investasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam mendorong investasi.

Foto: istimewa
Sejak tahun 2017 realisasi investasi Jabar menjadi yang tertinggi di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam mendorong investasi. 

Selama tiga tahun berturut-turut sejak 2017, menurut Bahlil, realisasi investasi Jabar menjadi yang tertinggi di Indonesia. Begitu juga, hingga triwulan III Tahun 2020 atau periode Januari-September 2020, Jabar pun menempati peringkat pertama realisasi investasi dengan total sebesar Rp86,3 triliun.  Jumlah tersebut akumulasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). 

Menurut Bahlil, jkeberhasilan Jabar menarik minat investor tidak lepas dari komitmen daerah di sektor investasi, dan pelayanan yang diberikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada investor. "Harus kita akui bersama bahwa kebijakan daerah, pelayanan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan dinas terkait di Jabar benar-benar mampu memberikan sebuah indikasi positif dan kepuasan investor," ujar Bahlil dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2020 via konferensi video, Senin (16/11). 

Selain itu, kata Bahlil, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memiliki pengetahuan yang luar biasa dan hebat dalam menjaring minat investor. "Semua itu terjadi karena Gubernur Jabar Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) juga yang paham betul bagaimana cara menggaet investor," katanya. 

Bahlil mengatakan, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, dan infrastruktur yang akseptabel membuat Jabar menjadi destinasi menarik bagi investor.  "Setelah kami cek ternyata tingkat produktivitas tenaga kerja Jabar memuaskan para investor. Semoga prestasi ini terus meningkat," katanya. 

President Director PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Landi R. Mangaweang menyatakan, komitmen pemerintah, baik pusat dan daerah, amat penting dalam menjaring minat investor karena menjamin kemudahan bisnis.

Komitmen yang kuat dari pemerintah pun mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi investor. Hal itu akan menarik minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.  "Kita bisa lihat komitmen (Pemda Provinsi) Jabar sampai (Pemerintah) Kabupaten untuk memperbaiki semua layanan sehingga investasi yang masuk ke Indonesia, khususnya Jabar, bisa aman dan nyaman," kata Landi.

PT JIEP bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Pembangunan Perumahan akan membangun Grand Rebana City yang berlokasi di Kabupaten Subang dengan luas sekitar 1.300 hektare. 

Landi mengatakan, keseriusan pemerintah pusat, Pemda Provinsi Jabar, dan Pemerintah Kabupaten Subang, akan membuat proses pembangunan Grand Rebana City berjalan optimal. 

Keseriusan dan komitmen Pemda Provinsi Jabar di sektor investasi terlihat jelas dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2020. WJIS 2020, kata Landi, dapat membangun kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya Jabar. "Saya rasa WJIS wajib dilakukan, tidak hanya untuk daerah Jabar, tetapi juga seluruh pemerintah daerah di Indonesia," katanya. 

Menurutnya, keseriusan dan komitmen Jabar sangat dirasakan  investor. "Bayangkan mereka mau memasukkan ratusan juta dollar. Apabila mereka tidak merasakan keamanan dan kenyamanan, maka ini akan bisa membuat mereka melirik negara lain," katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA