Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Apple dan Google Gabung Grup Industri 6G

Senin 16 Nov 2020 08:13 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Jaringan koneksi internet generasi keenam atau 6G telah jadi berita utama di dunia teknologi (Foto: ilustrasi jaringan 6G)

Jaringan koneksi internet generasi keenam atau 6G telah jadi berita utama di dunia teknologi (Foto: ilustrasi jaringan 6G)

Foto: Piqsels
Selain Apple dan Google, LG juga bergabung dengan grup industri Next G Alliance.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ponsel 5G pertama dari Apple dan Google belum lama ini memasuki pasar. Persaingan tidak menghentikan kedua perusahaan tersebut untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam mengembangkan internet generasi selanjutnya, 6G.

Dikutip dari laman Cnet, Senin, raksasa teknologi Apple, Google, juga LG dilaporkan telah bergabung dalam grup industri Next G Alliance. Aliansi ini memiliki tujuan memajukan "kepemimpinan global Amerika Utara atas jalur evolusi 5G dan pengembangan awal 6G."

Tidak hanya itu, aliansi tersebut juga memiliki tujuan menciptakan "pengembangan peta jalan "Next G". Road map akan mempromosikan pasar yang dinamis untuk pengenalan, adopsi, dan komersialisasi 6G dengan mempertimbangkan inovasi Amerika Utara."

Anggota pendiri grup lainnya, yang dibuat oleh aliansi solusi industri telekomunikasi (Alliance for Telecommunications Industry Solutions) antara lain operator Amerika Serikat AT&T, Verizon, US Cellular dan T-Mobile, serta Charter Communications, juga operator Kanada Bell and Telus. Selain itu, Microsoft, Samsung, Facebook, Cisco, Ericsson, Intel, Nokia dan Qualcomm juga masuk dalam aliansi tersebut.

Namun, raksasa teknologi asal China, Huawei, tidak ada dalam daftar tersebut. Padahal, sebelumnya Huawei sangat terlibat dalam pengembangan jaringan 5G. Laporan tahun lalu menunjukkan Huawei sudah mulai melakukan penelitian 6G sendiri.

Setiap anggota aliansi "akan diwakili oleh eksekutif bisnis senior dan ditugaskan untuk menetapkan strategi dan arahan aliansi," menurut situs Next G Alliance. Setiap anggota membayar biaya keanggotaan 20 ribu dolar AS (sekitar Rp 283 juta) untuk tahun 2021 dengan pertemuan perdana dijadwalkan berlangsung bulan ini untuk menunjuk "Kelompok Pengarah."

Kelompok kerja diharapkan akan dimulai pada awal 2021. Meski demikian, tidak ada penentuan waktu kapan 6G akan memasuki pasar atau seperti apa bentuk atau penawarannya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA