Senin 16 Nov 2020 00:19 WIB

LRT Jabodebek Bisa Angkut 500 Ribu Penumpang per Hari

LRT diharapkan bisa menambah jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi umum.

Rep: Febryan A/ Red: Friska Yolandha
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua dari kanan) sedang menguji coba kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) dari Stasiun TMII, Jakarta Timur menuju Stasiun Harjamukti, Kota Depok, pada Ahad (15/11).
Foto: Republika/Febryan A
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua dari kanan) sedang menguji coba kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) dari Stasiun TMII, Jakarta Timur menuju Stasiun Harjamukti, Kota Depok, pada Ahad (15/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kereta ringan Ligh Rail Transit atau Lintas Rel Terpadu (LRT) bisa mengangkut 500 ribu penumpang per hari. Hal itu dimungkinkan karena pendeknya head way atau jeda kedatangan antar-kereta LRT. 

"Dalam satu hari LRT Jabodebek akan angkut 500 ribu orang. Kalau KRL kan 1,1 juta per hari," kata Budi usai mengikuti uji coba kereta LRT di Stasiun TMII, Jakarta Timur, Ahad (15/11). 

Baca Juga

Menurut Budi, LRT sebenarnya mengangkut penumpang jauh lebih banyak dibandingkan kereta rel listrik (KRL). Sebab, KRL membawa penumpang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sedangkan LRT saat ini baru mengangkut penumpang dari Jakarta, Bogor dan Bekasi.

LRT, lanjut dia, bisa mengangkut penumpang sebanyak itu, karena pendeknya jeda kedatangan antar-kereta atau head way, yakni tiga menit. Jadi calon penumpang tak perlu menunggu lama di stasiun. 

"Secara teknis sebenarnya bisa head way 2 menit tapi kita pakai 3 menit. Ini adalah suatu kemajuan atau lompatan," kata Budi. 

Budi berharap LRT ini bisa menambah jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi umum. Sebab, kata dia, sebuah kota besar harus punya angkutan massal. "Harus ada standar tertentu di mana 60 persen masyarakatnya menggunakan trasnportasi massal," kata dia.

LRT nantinya bakal beroperasi di tiga lintas pelayanan. Lintas Pelayanan 1 (Cawang - Cibubur), Lintas Pelayaran 2 (Cawang - Dukuh Atas), dan Lintas Pelayaran 3 (Cawang - Bekasi Timur). Total panjang lintasannya 44,43 kilometer dan terdiri atas 17 stasiun. 

Peoperasian LRT di tiga lintasan itu, kata Budi, menggunakan 31 unit kereta. Masing-masing kereta terdiri atas enam gerbong. Memakai kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA), kereta ringan LRT itu nantinya akan melaju dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

Budi pun menegaskan bahwa LRT Jabodebek akan mulai beroperasi pada Juni 2022. Adapun saat ini, proyek senilai Rp 22,8 triliun itu sudah rampung 79,05 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement