Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Menag Sebut Nilai MTQ Bukan pada Piala

Ahad 15 Nov 2020 14:44 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Joko Sadewo

tangkapan layar Presiden Jokowi resmi membuka MTQ Nasional ke XXVIII di Sumatera Barat secara virtual, Sabtu (14/11) |

tangkapan layar Presiden Jokowi resmi membuka MTQ Nasional ke XXVIII di Sumatera Barat secara virtual, Sabtu (14/11) |

Foto: febrian fachri
Nilai MTQ terletak pada muatan dakwah yang dipancarkannya.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Menteri Agama RI Fachrul Razi bersyukur Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII akhirnya telah resmi dibuka. Menag berterima kasih kepada segenap panitia dan peserta yang terlibat dalam kegiatan MTQ, yang kali ini pelaksanaannya harus berlangsung di tengah pandemi covid-19.

"MTQ nasional tahun 2020 ini meskipun dilaksanakan dalam kondisi penuh keprihatinan dan kewaspadaan, semoga tidak akan menghilangkan substansi dan nilai syiar dari pelaksanaan MTQ itu sendiri," kata Fachrul Razi saat pembukaan MTQ di Stadion Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman.

MTQ Nasional XXVIII dibuka Presiden, Joko Widodo secara virtual dari Istana Negara. Sementara Fachrul Razi ditemani Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan sejumlah pejabat dari provinsi lain hadir di Stadion Sikabu untuk upacara pembukaan.

Menag mengatakan MTQ Nasional tahun 2020  merupakan MTQ yang membutuhkan kesungguhan dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya, karena berlangsung di tengah wabah pandemi covid-19.

Ia menyebut semua pihak harus berkomitmen dan kedisiplinan untuk menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat di semua lini, dari rangkaian penyelenggaraan MTQ nasional.

Fachrul menambahkan MTQ tidak cukup hanya sebagai syiar islam dan kesemarakan semata. Alquran harus difungsikan sebagai penuntun kehidupan umat, baik secara pribadi maupun masyarakat, sehingga terwujud kualitas kehidupan beragama yang semakin baik.

Menag berharap MTQ juga mendorong semangat untuk membentuk generasi yang berkarakter qurani. Nilai sebuah MTQ, kata dia, bukan pada piala dan juara, tapi pada muatan dakwah yang dipancarkannya.

“Sukses MTQ Nasional ke-28 menjadi cerminan hidupnya kesadaran islam dan kokohnya rasa kebangsaan di tanah minang ini,” ujar Menag.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA