Ahad 15 Nov 2020 07:27 WIB

Wiwik Manfaatkan Fasilitas Rawat Jalan JKN-KIS Bagi Putranya

Bagi saya program ini sangat membantu masyarakat dalam layanan kesehatan.

Petugas BPJS Kesehatan menunjukkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) online miliknya di kantor Pelayanan BPJS Kesehatan. (ilustrasi)
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Petugas BPJS Kesehatan menunjukkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) online miliknya di kantor Pelayanan BPJS Kesehatan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Sejak dicanangkan pada 2014, manfaat program JKN-KIS semakin dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya bagi penduduk berusia lanjut, penjaminan layanan kesehatan melalui JKN-KIS juga kerap dimanfaatkan untuk pengobatan anak.

Contohnya Wiwik Sumarti (49) yang pernah memanfaatkan layanan JKN-KIS untuk pengobatan mata putranya yang terkena cipratan lem pada 2016. “Saat kejadian saya panik sehingga membawa putra saya ke klinik spesialis mata terdekat yang sedang buka tanpa kepikiran KIS. Karena tidak memanfaatkan JKN, saya dikenai biaya yang cukup besar untuk membeli obat," ujar dia.

"Setelah dua hari belum membaik saya bawa lagi berobat, tetapi kali ini menggunakan KIS. Alhamdulillah terbantu sekali dengan adanya program ini,” ujar Radio Announcer Andika FM Kediri ini.

Lebih lanjut Wiwik menyampaikan insiden yang menimpa putranya itu terjadi tanpa sengaja. Diluar sepengetahuan Wiwik, putranya membuka kemasan lem yang sudah disembunyikan dari jangkauan. Akibat insiden ini putranya harus menjalani tindakan hidrasi bola mata di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk memulihkan penglihatannya.

Selain mendapatkan tindakan, putranya juga dibekali obat dan dibiayai penuh oleh pemerintah melalui program JKN-KIS. “Saat itu diberi obat dan dilakukan tindakan hidrasi di mata. Alhamdulillah penglihatannya sekarang sudah pulih kembali," katanya.

"Terus terang saja obat pertama yang saya beli tanpa pembiayaan JKN itu tidak cocok padahal mahal. Ternyata saat berobat menggunakan JKN kondisinya justru membaik,” ujar Wiwik menambahkan.

Melengkapi cerita pengalamannya, Wiwik menyampaikan bahwa antrean layanan JKN-KIS merupakan hal yang wajar. Wiwik mengaku bahwa antrean poliklinik yang cukup panjang memang sempat menjadi momok. Namun ia sadar akses layanan kesehatan meningkat sejak pemerintah meluncurkan program JKN-KIS.

“Antrean rumah sakit saat itu memang panjang karena kebutuhan layanan kesehatan bukan milik kita saja. Bagi saya program ini sangat membantu masyarakat dalam pembiayaan layanan kesehatan. Hal ini terlihat dari antrian di fasilitas kesehatan. Banyak yang dulunya tidak berani berobat, kini berani berobat karena punya KIS,” tutup Wiwik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement