Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

'Macron Permisif Hina Nabi, tapi Marah Disebut Sakit Jiwa'

Jumat 13 Nov 2020 22:02 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Pengunjuk rasa menggelar aksi boikot produk Prancis di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (6/11/2020).

Pengunjuk rasa menggelar aksi boikot produk Prancis di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (6/11/2020).

Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Macron permisif penistaan Nabi tapi tak terima disebut sakit jiwa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Imam Virginia, Amerika Serikat, Imam Shaker Elsayed, menyampaikan khutbah Jumat di Dar Al-Hijra Islamic Center di Fairfax County, Virginia.

Dalam khutbahnya tersebut dia mengatakan arat mencoba untuk melabeli Muslim sebagai teroris dan menghancurkan negara-negara seperti Afghanistan, Suriah, Irak, dan Yaman. 

Hal ini sebagaimana diwartakan Institut Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI), Rabu (11/11) lalu.   

Baca Juga

Elsayed mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron karena menjadi "marah" ketika Presiden Turki Erdogan mengatakan dia sakit jiwa.

“Jadi di satu sisi, ini adalah kebebasan berekspresi untuk menghina Nabi, tetapi tidak ada kebebasan berekspresi untuk menghina Macron,” kata Elsayed.

Elsayed juga mengatakan bahwa banyak orang Kristen dan Yahudi menginginkan Muslim menjadi kafir seperti mereka dan mengutip Alquran dengan mengatakan bahwa mereka yang menolak pesan Islam adalah tidak taat dan memberontak.

Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa Islam sedang krisis menuai kecaman dari dunia Islam. Alih-alih meminta maaf, justru Macron menambah ketegangan dengan mendukung penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW. Keteganan ini muncul di tengah rencana Prancis untuk menerbitkan Undang-Undang Seperatisme Islam.

Sumber: https://www.jns.org/virginia-imam-why-is-there-freedom-of-expression-to-insult-the-prophet-but-not-macron/  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA