Jumat 13 Nov 2020 23:00 WIB

China Ancam AS karena Sebut Taiwan Negara Sendiri

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan Taiwan bukan bagian dari China

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
Seorang wanita memegang bendera Taiwan. Ilustrasi
Foto: EPA
Seorang wanita memegang bendera Taiwan. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China mengancam Amerika Serikat (AS) karena ikut campur dalam urusan negara lain. Pernyataan keras ini muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan Taiwan bukan bagian dari China.

"Kami dengan sungguh-sungguh memberi tahu Pompeo dan sejenisnya, bahwa setiap perilaku yang merusak kepentingan inti China dan mengganggu urusan dalam negeri China akan disambut dengan serangan balik yang tegas oleh China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin.

Baca Juga

China menyebut Taiwan sebagai masalah paling sensitif dan penting dalam hubungannya dengan AS. Beijing pun dibuat marah oleh peningkatan dukungan pemerintahan Donald Trump untuk pulau yang diklaim China sebagai bagian dari daratan.

Wenbin mengatakan Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari China. Pernyataan Pompeo dinilai semakin merusak hubungan China dengan AS.

Pernyataan keras ini muncul setelah Pompeo melakukan wawancara radio pada Kamis (12/11). Dia mengatakan Taiwan belum menjadi bagian dari China.

"Itu diakui dengan pekerjaan yang dilakukan pemerintahan Reagan untuk menjabarkan kebijakan yang telah ditaati Amerika Serikat selama tiga setengah dekade," kata Pompeo merujuk pada Presiden AS ke-33, Ronald Reagan.

Atas sikap bermusuhan AS, China telah menjatuhkan sanksi kepada perusahaan Washington yang menjual senjata ke Taiwan. Beijing pun menerbangkan jet tempur di dekat pulau itu ketika pejabat senior AS mengunjungi Taipei tahun ini.

Meski mendapatkan amarah dari China, pernyataan Pompeo justru disambut baik oleh Taiwan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou berterima kasih kepada Pompeo atas dukungannya.

"Republik China di Taiwan adalah negara yang berdaulat, merdeka, dan bukan bagian dari Republik Rakyat China. Ini fakta dan situasi saat ini,” ujar Joanne.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement