Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Antisipasi Rob Susulan, Surabaya Siagakan 8 Pos Pantau

Jumat 13 Nov 2020 00:42 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Banjir. Pemerintah Kota Surabaya menyebar delapan pos pantau di pesisir pantai Surabaya untuk mengantisipasi gelombang pasang susulan.

Ilustrasi Banjir. Pemerintah Kota Surabaya menyebar delapan pos pantau di pesisir pantai Surabaya untuk mengantisipasi gelombang pasang susulan.

Foto: MGIT3
Gelombang pasang air laut sempat terjang permukiman warga di pesisir timur Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya menyebar delapan pos pantau di pesisir pantai Surabaya untuk mengantisipasi gelombang pasang susulan. Sebelumnya pada Rabu (11/11) malam, gelombang pasang air laut menerjang permukiman warga di pesisir timur Surabaya, tepatnya di daerah Bulak Cumpat, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, pos itu di antaranya di Rumah Pompa Balung dan Rusun Romokalisari untuk Pos Pantau Pesisir Utara. Selanjutnya di Sentra Ikan Bulak (SIB), Eks Rumah Pompa Wonorejo II, SMPN 30 Medokan Semampir, dan Kecamatan Gunung Anyar untuk Pos Pantau Pesisir Timur. 

Baca Juga

Kemudian di Kelurahan Sumberejo dan Kelurahan Karang Pilang untuk Pos Pantau Pesisir Barat. "Kalau terjadi lagi, SIB kita siapkan khusus untuk pesisir bulak. Jadi nanti kalau memang terjadi lagi gelombang tinggi, sehingga rumah itu sementara tidak bisa ditempati maka evakuasi kita siapkan di SIB," kata Irvan di Surabaya, Kamis (12/11).

Irvan mengaku, Pemkot Surabaya sebenarnya sudah sejak lama mengantisipasi dampak terjadinya gelombang air pasang untuk melindungi warga di pemukiman kampung nelayan. Upaya yang dilakukan itu seperti membangun dinding penahan ombak serta menanam ribuan pohon cemara udang.

"Untuk penguatan bibir pantai, sudah dilakukan sejak awal beliau (Risma) menjabat. Ini untuk menahan abrasi pantai dan juga gelombang dan cemara udang juga diyakini tahan terhadap gelombang," kata dia.

Irvan menambahkan, semua kapal nelayan yang mengalami kerusakan itu telah memiliki asuransi. Sedangkan bagi nelayan yang kapalnya mengalami kerusakan ringan, petugas BPB dan Linmas bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) membantu memperbaikinya.

"Empat perahu juga sempat tenggelam, namun sudah dievakuasi ke bibir pantai," ujarnya.

Irvan melanjutnya, sesuai prakiraan cuaca dari BMKG, akan ada peningkatan kondisi pasang air laut yang mengancam daerah pesisir Timur Surabaya. Kondisi pasang air laut maksimum diperkirakan terjadi pada pada Ahad 15 Novembe 2020 hingga Selasa 17 November 2020 pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. 

Untuk mengantisipasi potensi banjir rob tersebut, Irvan mengimbau nelayan mengikat erat perahu, menjauhi tepi pantai, dan mengaktifkan siskamling. "Warga sekitar segera evakuasi ke tempat yang aman, dan mengamankan dokumen dan barang berharga," kata dia.  

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA