Kamis 12 Nov 2020 15:04 WIB

Nakes Jadi Sasaran Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Bogor

Vaksin ini pemberiannya bertahap, tidak sekaligus.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah
Vaksin Covid-19
Foto: Republika
Vaksin Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 tahap pertama di Kota Bogor kepada tenaga kesehatan (nakes). Dari sasaran 138 ribu jiwa untuk vaksinasi tahap pertama, jumlah nakes dan non-nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan berjumlah 8.925 orang.

“Vaksin ini pemberiannya bertahap, tidak terus sekaligus. Sasaran prioritas pertama yang sudah disampaikan Pak Wakil Wali Kota ya tenaga kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Kamis (12/11).

Baca Juga

Setelah menyasar nakes, lanjutnya, kemudian pemberian vaksin akan dilanjutkan pada TNI-Polri sejumlah 1.542 orang. Namun, jumlah tersebut belum mencakup semua anggota TNI-Polri di Kota Bogor. Lalu, dilanjutkan pada garda terdepan pelayanan publik seperti Satpol PP, pemadam kebakaran, aparatur sipil negara (ASN) sejumlah 5.664 orang. Serta tenaga pendidik sejumlah 3.011 orang.

Retno menjelaskan, dari data riil jumlah penduduk Kota Bogor, yakni 1.112.081 jiwa yang menjadi sasaran pemberian vaksin Covid-19 adalah penduduk berusia 18-59 tahun. “Jumlah oenduduk kita 1,1 juta jiwa, kalau estimasi itu memang 60 persen. Kita sudah mendata data riil estimasi 660 ribu jiwa sasaran kita vaksin,” jelasnya.

Dia melanjutkan, 660 ribu jiwa tersebut merupakan sasaran total. Nantinya, pada pemberian vaksin tahap pertama di Kota Bogor, hanya diberikan pada 20 persen dari sasaran total. Penerima vaksin juga akan di-screening, di mana wanita hamil dan komorbid tidak diperbolehkan untuk menerima vaksin. “Kita sudah menghitung, 20 persen dari 600 ribu sekian jiwa itu ada 138 ribu jiwa dulu,” paparnya.

Retno melanjutkan, jumlah pemberian vaksin nantinya akan disesuaikan dengan jenis vaksin. Jika yang diberikan adalah vaksin jenis Sinovac, maka pemberian vaksin akan diberikan dua kali dengan interval 14 hari.

Namun, dia mengaku belum menerima petunjuk teknis (juknis) pemberian vaksin, termasuk tanggal pasti dan jumlah vaksin yang akan diberikan di Kota Bogor. “Kami masih menunggu juknisnya ya, masih draf. Jadi belom diedarkan secara resmi. Kita tunggu juknis secara detailnya, kita ikuti itu saja,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan sejauh ini Pemkot Bogor telah menyiapkan data per-kelurahan mengenai prioritas yang akan mendapatkan vaksin di tahap pertama. Selain itu, Pemkot Bogor juga bertanggungjawab untuk mengajak masyarakat agar tidak takut akan vaksin. Sebab, hal ini adalah sebuah harapan besar agar masyarakat bisa kembali pulih di era yang disebut new normal.

“Masyarakat nanti menyambut kedatangan vaksin sebagai satu harapan, bahwa tidak perlu lagi nanti ke depan ada ketakutan akan pandemi Covid-19. Tapi justru ini adalah sebuah harapan besar dari kita semua kembali pulih di era yg disebut new normal,” tutupnya.

Diketahui, selain Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, ada tiga lokasi lain yang dijadikan tempat pemberian vaksin Covid-19 pertama di Indonesia. Antara lain, Puskesmas Abdi Zaenal Bali, Rumah Sakit Pusat Ambon, dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Jakarta.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement