Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Indonesia Eximbank Fasilitasi 12 UKM Tembus Pasar Global

Kamis 12 Nov 2020 10:43 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Indonesia Eximbank

Indonesia Eximbank

Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Indonesia Eximbank memfasilitasi UKM bertemu calon pembeli potensial di luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berupaya meningkatkan daya saing pengusaha terutama sektor UKM. Harapannya pelaku UKM yang berorientasi ekspor dapat tertarik mendalami seluk beluk pengelolaan usaha mulai dari mengelola keuangan, merancang desain produk, mengatur arus kas, hingga memanfaatkan fasilitas pembiayaan, penjaminan, dan asuransi dalam rangka ekspor.

Sekretaris Perusahaan LPEI Agus Windiarto mengatakan, perusahaan melaksanakan kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar secara virtual pada 10-16 November 2020. LPEI membuka layanan coaching clinic secara gratis.

Baca Juga

“Layanan coaching clinic untuk mendukung kemajuan para pengusaha UKM berorientasi ekspor. Coaching clinic digelar sejak 10-13 November 2020, masyarakat bisa mengakses bit.ly/CoachingClinicLPEI. Semuanya dimaksudkan dengan tujuan utama agar UKM tersebut mampu mengelola usaha hingga bisa melakukan ekspor secara mandiri,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/11).

Menurutnya, peningkatan daya saing sektor UKM yang dilakukan LPEI sejalan dengan pemerintah untuk menembus batas menuju pasar global dan membantu pemulihan ekonomi nasional. Pada acara TEI 2020, perusahaan turut berpartisipasi untuk memfasilitasi UKM bertemu para calon pembeli potensial di luar negeri dalam rangka meningkatkan peluang ekspor. 

“Dalam event tahunan kali ini, LPEI mengajak 12 UKM yang telah dibina dan dilatih,” ucapnya.

Agus menjelaskan, beberapa UKM binaan LPEI dan ikut dalam ajang TEI 2020, sudah mampu menembus pasar ekspor antara lain Belanda, Denmark, Jepang, China, Amerika Serikat, hingga Ghana. Salah satunya CV Woodeco Indonesia yang memproduksi handicraft & furniture di Yogyakarta, mampu menembus pasar Belanda, Jerman, Amerika, hingga Jepang. 

Selain itu, dalam menjalankan fungsi mendukung program ekspor nasional, LPEI dapat memberikan jasa konsultasi pengembangan ekspor kepada lembaga keuangan, BUMN/BUMD, swasta, serta produsen barang ekspor, khususnya usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi. Dalam operasional kegiatan jasa konsultasi, LPEI memberikan kontribusi bagi pengusaha UKM menuju pasar global, sehingga mampu menggerakkan perputaran roda ekonomi secara meluas dan terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

’’Upaya LPEI mempertemukan UKM binaan dengan pembeli luar negeri pada acara TEI, diharapkan dapat menginspirasi, memberi peluang bagi UKM agar dapat mampu melakukan ekspor, karena bertemu pembeli secara langsung. Tentu saja diharapkan, melalui TEI, dari sisi transaksi penjualan para UKM binaan LPEI dapat meningkat,’’ ucapnya.

Pada tahun ini ajang TEI berbeda dengan sebelumnya. Meskipun dilaksanakan secara virtual, gelaran ini tetap dapat dijadikan ajang transaksi yang saling menguntungkan, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah

Dalam sambutannya pada sesi Trade, Tourism and Investment Forum: Policy Transformation in the New Era Toward Economic Recovery, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah mendukung UKM agar mampu bertahan dari pandemi ini sekaligus tampil sebagai pemenang di tengah krisis dengan memanfaatkan setiap peluang bisnis dengan seluruh negara tetangga. 

“Pernyataan itu diimplementasikan Kementerian Keuangan melalui LPEI yang mengajak 12 UKM binaannya untuk bertemu dengan calon pembeli dari berbagai negara. Pemerintah memberi dukungan fiskal kepada UKM yang berorientasi ekspor agar UKM Indonesia lebih mampu menembus pasar global dan membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN),” ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA