Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Perhatikan, Ini Takaran Konsumsi Kopi yang Tepat

Rabu 11 Nov 2020 20:08 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Meminum kopi (ilustrasi)

Meminum kopi (ilustrasi)

Foto: healthliving
Kopi dapat menjadi baik atau buruk tergantung seberapa banyak kopi dikonsumsi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ada cukup banyak informasi yang beredar mengenai manfaat menyehatkan dari kopi. Di sisi lain, tak jarang pula informasi yang menyebutkan bagaimana kopi dapat memberi dampak kurang baik bagi tubuh. Mana yang benar?

Studi terbaru menunjukkan bahwa keduanya sama-sama benar. Konsumsi kopi dapat menjadi hal yang baik atau buruk tergantung seberapa banyak kopi dikonsumsi seseorang dalam satu hari.

Berdasarkan studi yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine (NEJM) ini, batas konsumsi kopi yang terbaik adalah empat hingga lima cangkir kopi per hari, atau sekitar 400 miligram kafein per hari. Akan tetapi, konsumsi kopi dalam tingkat yang moderat juga tetap dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

"Kafein merupakan hal pertama yang muncul dalam pikiran ketika Anda berpikir mengenai kopi," ujar peneliti di bidang gizi dari Johns Hopkins University School of Medicine Diane Vizthum MS RD, seperti dilansir di laman The Ladders, Rabu (11/11).

Padahal, kata Vizthum, kopi juga mengandung antioksidan dan senyawa aktif lain yang baik bagi kesehatan. Salah satu manfaat dari kandungan-kandungan ini adalah dapat menurunkan inflamasi internal. "Dan melindungi dari penyakit," ujar Vizthum.

Menurut John Hopkins Medicine, konsumsi kopi dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner, strok, diabetes, dan penyakit ginjal. Selain itu, kopi juga mengandung senyawa yang dapat memberikan perlindungan dari penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson. Bahkan pada penderita penyakit Parkonson, konsumsi kopi bahkan tampak dapat membantu mereka mengontrol gerakan dengan lebih baik.

Studi lain menunjukkan adanya hubungan kopi dengan perlindungan terhadap penyakit hati. Hal lain yang juga dikaitkan dengan kopi adalah memperkuat untaian DNA, menurunkan risiko strok, memberi perlindungan dari diabetes tipe dua, dan menurunkan risiko kematian.

Asisten profesor di bidang gizi manusia dari University of Catania Dr Guiseppe Grosso mengatakan manfaat menyehatkan dari kopi kemungkinan berasal dari polifenol. Polifenol merupakan senyawa dari tanaman yang memiliki sifat antioksidan.

Terlepas dari manfaat baiknya, konsumsi kopi juga dapat memberikan dampak buruk bila dikonsumsi secara berlebihan. Keluhan berupa perasaan gelisah dapat muncul bila seseorang meminum empat hingga lima cangkir kopi secara berturut-turut.

Menurut John Hopkins Medicine, perasaan tersebut bisa muncul karena konsumsi kafein yang berlebih. Konsumsi kafein berlebih juga dapat menyebabkan penyingkatan denyut jantung, tekanan darah tinggi, kecemasan, dan insomnia. Akan tetapi, efek-efek ini mungkin tidak sama pada setiap orang.

"Toleransi kafein berbeda untuk setiap orang," ujar Vizthum.

Oleh karena itu, penting bagi penggemar kopi untuk mengetahui di mana batas konsumsi kafein masing-masing. Vizthum mengatakan minum satu cangkir kopi per hari atau bahkan meminum kopi tanpa kafein juga dapat memberikan manfaat kesehatan yang potensial.

Dari segi jumlah, tiap orang dapat menyesuaikannya dengan toleransi konsumsi kafein masing-masing. Di samping itu, ada beberapa hal lain juga yang perlu diperhatikan agar minum kopi dapat menyehatkan.

Salah satu faktor yang turut mempengaruhi adalah cara penyajian kopi. Mengonsumsi kopi yang ditambahkan dengan krim dan gula setiap hari tentu tidak menyehatkan. Bila tak menyukai rasa kopi yang pahit, coba beralih ke creamer yang tidak terbuat dari susu dan pemanis alami.

Tipe kopi yang dikonsumsi juga turut mempengaruhi manfaat kesehatan. Minuman kopi yang terbuat dari biji kopi umumnya memiliki manfaat kesehatan yangs erupa. Akan tetapi, kopi instan cenderung memiliki manfaat kesehatan yang lebih rendah.

Proses penyeduhan kopi pun dinilai dapat memberikan perbedaan. Menurut asisten profesor di bidang ilmu kedokteran pencegahan Northwestern University Feinberg School of Medicine, Marilyn C Cornelis, kopi yang disajikan melalui proses boiling atau boiled coffee seperti French press atau kopi Turki, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat yang dikenal sebagai LDL.

Peningkatan kadar LDL ini memang tidak begitu signifikan untuk menjadi sebuah kekhawatiran bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, orang-orang yang memiliki masalah dengan kadar kolesterol mungkin dapat memilih jenis filtered coffee dibandingkan boiled coffee.

Perlu diingat pula bahwa kopi hanya faktor tambahan dalam menjaga kesehatan. Untuk menjaga kesehatan tubuh, tetap diperlukan gaya hidup yang sehat seperti pola makan seimbang, olahraga rutin, dan menjaga berat badan yang sehat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB