Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Jumlah Pengungsi Gunung Merapi Terus Bertambah

Rabu 11 Nov 2020 13:46 WIB

Red: Nora Azizah

 Jumlah pengungsi erupsi Gunung Merapi di Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, masih terus bertambah, dan saat ini menjadi 203 orang (Foto: pengungsian Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta)

Jumlah pengungsi erupsi Gunung Merapi di Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, masih terus bertambah, dan saat ini menjadi 203 orang (Foto: pengungsian Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta)

Foto: Hendra Nurdiyansyah/Antara
Saat ini, total pengungsi Merapi di Kelurahan Glagaharjo sebanyak 203 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Jumlah pengungsi erupsi Gunung Merapi di Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, masih terus bertambah, dan saat ini menjadi 203 orang. Sebelumnya, Selasa (10/11) malam, ada empat pengungsi lagi yang masuk ke barak pengungsian Glagaharjo.

"Sampai tadi malam pengungsi di barak pengungsian Glagaharjo ini menjadi 203 orang, setelah ada penambahan empat orang," kata Panewu (Camat) Cangkringan Pramono di barak pengungsian Glagaharjo, DIY, Rabu (11/11).

Menurut dia, pada awal pengungsian, terdapat 164 warga Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo yang mengungsi, kemudian bertambah menjadi 185 orang. Kemudian hari ketiga 198 dan tadi malam hari keempat menjadi 203 orang pengungsi.

Menurut dia, dari data yang masuk kebanyakan penambahan dari pengungsi dewasa. Pengungsi dewasa ini sebenarnya bukan kelompok rentan yang wajib mengungsi.

"Namun mereka ikut mengungsi barangkali menemani kakek atau neneknya, menemani anaknya atau penduduk dewasa yang merasa khawatir karena punya trauma erupsi Merapi 2010," katanya.

Ia mengatakan, untuk kebutuhan logistik pengungsi masih mencukupi dan belum ada permasalahan berarti. Pramono mengatakan, untuk peralatan protokol kesehatan COVID-19 juga sudah memadai seperti tempat cuci tangan, sabun cuci tangan, skat antarpengungsi dan lainnya.

"Hanya saja yang paling mendesak adalah masker medis, agar setiap hari pengungsian bisa ganti masker. Karena kalau masker kain, pengungsi lansia akan kesulitan gantitiap tiga jam dan mencucinya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA