Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Kunjungi UKI Tomohon, Gus Jazil Dukung Berdirinya FK

Rabu 11 Nov 2020 10:21 WIB

Red: Hiru Muhammad

Kehadiran Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid ke Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Kota Tomohon, Sulawesi Utara (10/11) disambut dengan hangat oleh civitas akademika di sana. Rektor UKIT Pendeta Dr. Arthur Rumengan, para pembantu rektor, pihak yayasan, ketua senat, pengurus BEM, serta para pendeta, menjabat tangan Jazilul Fawaid sejak dirinya menginjak di kampus itu.

Kehadiran Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid ke Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Kota Tomohon, Sulawesi Utara (10/11) disambut dengan hangat oleh civitas akademika di sana. Rektor UKIT Pendeta Dr. Arthur Rumengan, para pembantu rektor, pihak yayasan, ketua senat, pengurus BEM, serta para pendeta, menjabat tangan Jazilul Fawaid sejak dirinya menginjak di kampus itu.

Foto: istimewa
Pendidikan kedokteran sangat penting, saat pandemi ini Indonesia kekurangan dokter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kehadiran Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid ke Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Kota Tomohon, Sulawesi Utara (10/11) disambut dengan hangat oleh civitas akademika di sana. Rektor UKIT Pendeta Dr. Arthur Rumengan, para pembantu rektor, pihak yayasan, ketua senat, pengurus BEM, serta para pendeta, menjabat tangan Jazilul Fawaid sejak dirinya menginjak di kampus itu.

Kunjungan kerja yang dilakukan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke daerah yang hawanya sejuk itu untuk bersilaturahmi dan menjaring aspirasi civitas akademika dari salah satu kampus tertua di Sulawesi Utara itu. 

Dalam tatap muka yang digelar di Aula UKIT, Jazilul Fawaid menuturkan dirinya bangga bisa bertemu dengan rektor, pembantu rektor, perwakilan mahasiswa, yayasan, senat, dan para pendeta. Disampaikan kepada mereka bahwa salah satu tugas MPR adalah mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut Empat Pilar MPR. “Tugas MPR adalah menjaga dan menanamkan Emat Pilar kepada seluruh komponen bangsa," katanya. 

Sosialisasi dikatakan oleh pria yang akrab disebut Gus Jazil itu penting sebab saat ini masih ada kelompok yang mempertanyakan dan ingin mengganti dasar-dasar negara. “Hal demikian bisa menjadi bibit-bibit perpecahan”, ungkapnya. Mereka mempertanyakan dan ingin mengganti dasar negara sebab ada sikap ingin menang sendiri. Untuk itu dirinya mengajak kepada semua untuk meneguhkan hati agar terus menjaga dan setia kepada dasar negara dan nilai-nilai luhur bangsa. “Mudah-mudahan kita terus dituntun Tuhan agar terus bersatu”, tuturnya. 

Bangsa Indonesia menurut alumni PMII itu mengedepankan sikap gotong royong. “Kita mengedepankan dialog bukan budaya konflik”, tuturnya. Dirinya khawatir sebab saat ini ada kecenderungan sebagaian masyarakat yang lebih memilih budaya konflik. “Padahal dasar kita adalah permusyawaratan”, ucapnya. Semua permasalahan yang ada dikatakan diselesaikan dengan cara ini. 

Kepada civitas akademika UKIT, pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu  mengatakan kunci keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan. Pendidikan adalah investasi masa depan. Dirinya menyayangkan dunia pendidikan yang ada di Indonesia kurang diperhatikan, terbukti saat pandemic Covid-19, bangsa ini tidak siap dengan pendidikan model daring. “Pendidikan seperti itu harus dievaluasi”, ucapnya. Perlunya melakukan evaluasi terhadap pendidikan secara menyeluruh sebab dalam rangking perguruan tinggi di dunia, perguruan tinggi dari Indonesia berada pada posisi di atas nomer 500 ke atas.

Dalam masa pandemik, disebut selain masalah kesehatan dan ekonomi yang diperhatikan, dunia pendidikan juga perlu perlakuan yang sama. “Apa jadinya kalau ekonominya kuat dan masyarakatnya sehat namun tidak cerdas”, ujarnya. Dalam kesempatan tersebut dirinya mengajak kepada mahasiswa yang hadir untuk terus semangat belajar. “Pandemic membuat hubungan antara mahasiswa dan dosen menjadi berkurang”, paparnya. “Kita jadikan suasana yang ada untuk bangkit”, tegasnya.

Keinginan UKIT untuk mendirikan fakultas kedokteran (FK) didukung  Jazilul Fawaid. Pendidikan kedokteran diakui sangat penting sebab ketika pandemik terjadi, bangsa ini terbukti kekurangan tenaga medis. “Jumlah tenaga dokter dan masyarakat juga masih belum imbang”, ungkapnya. Ia menyayangkan sikap pemerintah yang melakukan moratorium pembukaan fakultas kedokteran. “Saya akan ikut mengawal dari keinginan UKIT mendirikan fakultas kedokteran”, ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler