Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Indra Sjafri Paparkan 5 Bahasan Rapat Komite Teknik AFC

Selasa 10 Nov 2020 21:32 WIB

Red: Israr Itah

Indra Sjafri.

Indra Sjafri.

Foto: Republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Pembahasan mulai pergantian musim Liga Champions Asia hingga kursus pelatihan AFC.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri memaparkan lima hal yang dibahas dalam pertemuan virtual bersama Komite Teknik Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Senin (9/11). Pada rapat yang dihadiri Ketua Komite Teknik AFC Kohzo Tashima, Direktur Teknik AFC Andy Roxburg, dan Sekjen AFC Dato’ Windsor John, disebutkan pembatalan atau penundaan beberapa event sepak bola di bawah AFC tidak boleh menjadi penghalang untuk memajukan sepak bola.

Adapun lima hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut beragam mulai dari pergantian musim Liga Champions Asia hingga kursus pelatihan dari AFC.

Baca Juga

“Kelima keputusan itu adalah pergantian musim Liga Champions Asia (Proposal dari Asosiasi Sepak Bola Jepang), pertimbangan ulang dari Pengakuan Pengalaman dan Kompetensi Saat ini (RECC), Regulasi dan panduan yang direvisi untuk piagam AFC Grassroots dan Youth Scheme AFC Elite, pembentukan panel pendidikan pelatih AFC Baru, AFC Grassroots Panel dan AFC Youth Panel, dan kursus pelatihan khusus AFC,” ujar Indra yang terpilih sebagai anggota Komite Teknik AFC periode 2019-2023 pada Desember lalu.

Terkait kursus pelatih, Indra menjelaskan bahwa AFC melarang anggotanya untuk menurunkan standardisasi sertifikat atau lisensi pelatih. Pelatih harus memenuhi syarat kualifikasi minimun yang telah ditetapkan oleh AFC, termasuk kualitas dalam melindungi pemain serta menjaga standar tim tetap tinggi.

Aturan juga berlaku untuk standardisasi pelatih kiper serta pelatih fisik. Selain pengalaman, mereka juga harus memiliki lisensi yang sesuai dengan standar AFC.

“Ini berlaku untuk pelatih lokal maupun asing. Khusus pelatih asing di Indonesia kami harus punya sertifikat atau lisensi yang diakui oleh AFC,” tutur pria yang pernah menjadi pelatih timnas Indonesia U-23 dan U-19 tersebut.

Indonesia sudah menerapkan aturan tersebut. Pada Liga 1 2020, misalnya, standardisasi pelatih kepala dan asisten pelatih telah diatur pada Pasal 31 tentang Dokumen Pendaftaran Ofisial. Di sana disebutkan, pelatih kepala harus mempunyai lisensi AFC A Coaching, UEFA A License atau yang setara, serta mendapatkan pengakuan dari AFC dengan dibuktikan dokumen RECC (Recognition of Experience and Current Competence).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA