Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Fintech KoinWorks Salurkan Pinjaman Rp 2,5 Triliun

Rabu 11 Nov 2020 04:52 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

KoinWorks

KoinWorks

Foto: koinworks.com
Permintaan pembiayaan produktif melalui KoinWorks diajukan oleh 30 ribu lebih UKM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi finansial peer to peer lending atau fintech lending, PT Lunaria Annua Teknologi atau Koinworks telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 2,5 triliun kepada 30 ribu pelaku UKM. Saat ini pembiayaan produktif melalui KoinBisnis masih menjadi penyumbang penghasilan terbesar bagi KoinWorks.

CEO & Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono mengatakan pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat melakukan adaptasi. “Sepanjang tahun ini, permintaan akan pembiayaan produktif melalui KoinBisnis dilakukan oleh lebih dari 30 ribu pelaku UKM,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/11).

Adapun tingkat pinjaman bermasalah atau non performing loan (NPL) per September 2020 masih terjaga kisaran angka satu persen sampai 1,14 persen dan tingkat keberhasilan TKB90 sebesar 97,09 persen. Apabila dibandingkan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait TKB90 industri fintech lending yang tercatat 91,73 persen, angka TKB90 KoinP2P dapat dikategorikan rendah.

Baca Juga

"KoinP2P juga mencatat tingkat pengembalian positif lebih dari 70 persen untuk 10 persen portfolio pinjaman yang selama pandemi mendapatkan program restrukturisasi akibat adanya pandemi Covid-19," ucapnya.

Dari sisi produk pengembangan asset, KoinWorks mencatat adanya sedikit pergeseran perilaku pengguna. Hal ini terlihat dari pengguna lebih memilih melakukan diversifikasi aset kepada produk yang cenderung lebih aman dan stabil seperti emas, obligasi dan surat utang negara serta pemanfaatan pendanaan melalui fitur KoinRobo yang memiliki tingkat pengembalian hingga 100 persen selama periode 2020.

“Pendana yang melakukan diversifikasi ke lebih dari 100 pinjaman pada produk KoinP2P, masih menerima imbal hasil mulai dari 14-20 persen diantaranya tabungan emas KoinGold dan obligasi negara lewat KoinBond,” ucapnya.

Ben mengungkap hal ini terus menunjukan sentimen positif dalam hal kontribusinya pada pendapatan dan profitabilitas KoinWorks ke depannya. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya ketertarikan pengguna untuk melakukan pengembangan asetnya melalui produk diversifikasi aset lain di Super  Financial App seperti KoinGold & KoinBond.

Pada KoinGold tercatat pertumbuhan pengguna yang tertarik melakukan jual-beli emas online tumbuh sebesar 178 persen dan pertumbuhan transaksi sebesar 300 persen. Sedangkan KoinBond, dalam dua kali partisipasi perdana KoinWorks periode penawaran surat utang dan obligasi negara dari pemerintah, pengguna juga mulai melirik untuk melakukan pembelian KoinBond dengan rata-rata pembelian Rp 8 juta sampai Rp 10 juta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA