Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Amien Rais Resmi Luncurkan Logo Partai Ummat

Selasa 10 Nov 2020 13:43 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andi Nur Aminah

Tangkapan layar saat Amien Rais resmi luncurkan logo Partai Ummat.

Tangkapan layar saat Amien Rais resmi luncurkan logo Partai Ummat.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Akhirya diputuskan bahwa logo Partai Ummat adalah Perisai Tauhid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Ummat resmi meluncurkan logo baru. Pendiri Partai Ummat, Amien Rais mengatakan bahwa lambang Perisai Tauhid menjadi logo Partai Ummat. "Setelah bermusyawarah panjang, kami akhirnya memutuskan bahwa logo Partai Ummat adalah Perisai Tauhid," kata Amien melalui akun resmi Youtube Amien Rais Official, Selasa (10/11).

Bintang berwarna keemasan dengan warna dasar berwarna hitam menjadi logo Partai Ummat. Amien menjelaskan, bintang di dada Garuda Pancasila merupakan simbol Maha Esa.

Baca Juga

Ia juga menjelaskan, kalimat tauhid dalam Islam disebut kalimat thayyibah. Maknanya yakni pohon indah yang akarnya merasuk ke dalam bumi sedangkan cabangnya menjulang tinggi ke angkasa memberi manfaat kepada alam sekitarnya sepanjang masa dengan izin Tuhannya."Insyaallah Partai Umat akan ikut memberikan manafaat bagi bangsa Indonesia selama keberadaan dan kehidupannya," ujarnya.

Selain itu dia juga mengungkapkan bahwa logo partainya tersebut terinspirasi dari kiswah Ka'bah. Menurutnya dengan warna kiswah seperti itu Ka'bah tampak anggun mulia dan berwibawa. "Dengan perisai tauhid berwarna hitam dan bendera Partai Ummat yang berwarna hitam maka perisai tauhid menjadi pancaran otentik dari kalmat syahadah kalimah tauyibbah dan sekaligus kalimah pembebasan," ungkapnya.

"Insya Allah logo dan bendera Partai Ummat mengingatkan selalu para kader dan anggota Partai Ummat agar dalam bekerja dan berjuang hanya mencari ridha ilahi dan bukan ridha manusia," imbuhnya. (

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA