Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

UEA akan Longgarkan Syariat Islam soal Miras dan Kumpul Kebo

Ahad 08 Nov 2020 17:23 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil

UEA akan Longgarkan Syariat Islam soal Miras dan Kumpul Kebo. Foto ilustrasi: Kota Dubai

UEA akan Longgarkan Syariat Islam soal Miras dan Kumpul Kebo. Foto ilustrasi: Kota Dubai

Foto: AP Photo/Jon Gambrell
Syariat Islam soal miras dan kumpul kebo akan dilonggarkan UEA.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Kantor berita WAM yang dikelola pemerintah yang berbasis di Abu Dhabi mengumumkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) akan merevisi hukum Islam terkait personal, dengan mengurangi pembatasan alkohol dan hubungan di antara pasangan di luar nikah (kumpul kebo) serta melarang hukuman 'pembunuhan demi kehormatan (pembunuhan karena rasa malu/honor killings)'. Namun demikian, WAM tidak menjelaskan kapan aturan baru yang dilonggarkan itu akan mulai berlaku.

Dilansir di eTurboNews, Ahad (8/11), perubahan tersebut dilaporkan dimaksudkan untuk mengkonsolidasikan prinsip-prinsip toleransi di UEA dan meningkatkan profil ekonomi dan sosial negara Teluk tersebut. Hukuman untuk konsumsi, kepemilikan dan penjualan alkohol bagi mereka yang berusia 21 tahun ke atas akan dihapuskan di negara Muslim ini. Hal ini memposisikan UEA sendiri sebagai hotspot turis yang lebih kebarat-baratan daripada daerah lain di kawasan tersebut. Warga negara UEA sebelumnya memerlukan izin khusus untuk minum bir dan minuman keras lainnya di bar atau di rumah.

Reformasi ini juga akan memungkinkan kohabitasi (hubungan tidak dalam ikatan perkawinan yang sah, tetapi hidup bersama) pasangan yang belum menikah. Perilaku seperti itu telah dianggap kriminal di UEA sejak lama, meskipun hukum tersebut jarang diberlakukan terhadap ekspatriat yang tinggal di pusat keuangan Dubai dan emirat lainnya.
 
Klausul hukum yang memungkinkan hakim untuk menjatuhkan hukuman belas kasihan kepada pria yang melakukan apa yang disebut "pembunuhan demi kehormatan" juga telah dihapuskan. Kejahatan tersebut mulai sekarang akan diperlakukan sebagai pembunuhan biasa.

Menurut kelompok hak asasi manusia, setiap tahun ribuan perempuan di Timur Tengah dan Asia Selatan menjadi korban "pembunuhan demi kehormatan," yang dilakukan oleh kerabat terhadap perempuan dan gadis yang dianggap melanggar hukum Islam dan membuat 'malu' pada keluarga.

Reformasi itu terjadi di tengah normalisasi hubungan yang ditengahi AS antara UEA dan Israel, yang diharapkan membawa investasi dan banyak turis Israel ke negara Teluk itu. Dubai juga menjadi tuan rumah World Expo pada 2021-2022.

Rencananya, sekitar 25 juta orang akan mengunjungi negara itu untuk acara internasional besar ini, yang dinilai sangat meningkatkan aktivitas ekonomi di UEA. Pameran itu awalnya dijadwalkan berlangsung tahun ini, tetapi ditunda karena pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA