Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

PTBA Proyeksikan Pasar Batu Bara Membaik pada 2021

Jumat 06 Nov 2020 18:00 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha

Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan.

Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan.

Foto: SYIFA YULINNAS/ANTARA FOTO
Batu bara masih menjadi kebutuhan energi yang paling murah, sehingga masih dibutuhkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 membuat penjualan batu bara baik domestik maupun ekspor terperosok dalam. Hal ini membuat kondisi operasional dan keuangan para perusahaan batubara terpuruk. Namun, hal ini diharapkan tak berlangsung lama.

Direktur Sumber Daya Manusia PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Joko Pramono memproyeksikan ketika pandemi ini usai maka pasar batu bara akan kembali bergeliat meski secara bertahap. "Ekonomi kita sudah mulai meningkat dan kita lihat tidak hanya batu bara, tapi industri lain, komoditas mulai alami perbaikan," ujarnya, Jumat (6/11).

Lebih lanjut dia mengatakan, membaiknya kegiatan ekonomi, baik industri, retail, dan lainnya berdampak pada meningkatnya kebutuhan energi. Kondisi objektif saat ini adalah batu bara masih menjadi kebutuhan energi yang paling murah, sehingga masih akan dibutuhkan.

Baca Juga

"Kalau kegiatan industri meningkat, maka dibutuhkan energi. Energi murah adalah batu bara. Pandemi 2020, perkiraan recover pada 2021, dan bisa berjalan lagi memenuhi kebutuhan industri. Tak hanya industri, bila perekonomian bergerak, baik perhotelan, retail, semua konsumsi energi. Energi tersuplai dari batu bara," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA