Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Turki Berlakukan Jam Malam Bagi Bioskop dan Restoran

Kamis 05 Nov 2020 23:31 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Qommarria Rostanti

Pembukaan bioskop (Ilustrasi)

Pembukaan bioskop (Ilustrasi)

Foto: republika/mardiah
Pemberlakuan jam malam bioskop dinilai tidak menjadi pukulan besar bagi industri film

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Turki memberlakukan kebijakan jam malam untuk restoran dan bioskop. Aturan itu diberlakukan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.

Penutupan toko-toko, restoran, tempat konser, dan bioskop itu dilakukan pada pukul 22.00. Bagi sineas Turki, adanya penutupan bioskop pada pukul 22.00 tak menjadi pukulan besar bagi mereka.

"Tidak ada yang pergi ke bioskop dalam beberapa bulan terakhir dan box office adalah bencana," kata programmer festival, produser, sutradara, dan promotor terkemuka di industri film Turki, Ahmet Boyacioglu seperti dilansir di laman Variety, Kamis (5/11).

Dia mengutip angka box office Turki terbaru. Angka itu menunjukkan, film Tenet karya sutradara Christopher Nolan yang dirilis pada 26 Agustus hanya mampu menarik 220 ribu penonton di bioskop Turki.

Film Haunt yang disutradarai oleh Scott Beck dan Bryan Woods hanya dapat menjual 5.900 tiket. Tenet berada di urutan kedua dengan penjualan 4.075 tiket. Film garapan sutradara Norwegia Lars Klevberg, Polaroid berada di urutan ketiga, dengan 2.543 penerimaan.

Namun, bukan penonton Turki kehilangan hasrat untuk menonton film di layar lebar. Boyacioglu mengadakan Antalya Golden Orange Film Festival. Dia menyebut pemutaran di luar ruangan dari film-film baru Turki maupun film internasional dihadiri banyak orang.

Presiden Turki Tayyip Erdogan yang berupaya membendung peningkatan kasus Covid-19 di negara itu. Sampai saat ini, Turki menghitung terdapat 2.343 kasus baru Covid-19 pada Selasa (4/11). Angka tersebut berdasarkan data Kementerian Kesehatan Nasional yang dirilis di media lokal.

Angka itu menyumbang jumlah keseluruhan kasus infeksi Covid-19 yang telah mencapai lebih dari 10 ribu kematian. Istanbul merupakan pusat industri film dan televisi di negara itu. Sayangnya, Istanbul juga menjadi salah satu wilayah yang menderita wabah yang lebih parah.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA