Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

9 Kebiasaan yang Perlu Dihindari Menjelang Tidur

Jumat 06 Nov 2020 00:05 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Kegiatan sebelum tidur menjadi satu hal yang bisa menentukan kualitas tidur (Foto: ilustrasi tidur)

Kegiatan sebelum tidur menjadi satu hal yang bisa menentukan kualitas tidur (Foto: ilustrasi tidur)

Foto: Piqsels
Kegiatan sebelum tidur menjadi satu hal yang bisa menentukan kualitas tidur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas tidur dapat mempengaruhi beragam aspek dalam kehidupan, mulai dari suasana hati, berat badan, hingga sistem imun. Ironisnya, cukup banyak orang menemukan kesulitan untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Salah satu hal yang cukup menentukan kualitas tidur adalah kegiatan yang dilakukan sebelum tidur. Beberapa dokter ahli tidur mengungkapkan ada sembilan kebiasaan yang perlu dihindari sebelum tidur. Berikut ini adalah kesembilan kebiasaan yang harus dihindari tersebut, seperti dilansir Huffington Post, Kamis (5/11).

Menonton Berita
Banyak orang yang memanfaatkan waktu malam untuk mengikuti beragam berita terkini, mulai dari informasi seputar Covid-19 hingga kabar mengenai pemilu di Amerika Serikat. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, seseorang sebaiknya menghindari hal-hal yang dapat memunculkan kecemasan sebelum tidur. Salah satunya adalah menonton berita, mengingat belakangan ini ada cukup banyak hal kurang baik yang terjadi.

Bekerja di Tempat Tidur
Di masa pandemi Covid-19, sebagian pekerja masih menerapkan bekerja dari rumah atau work from home. Tak sedikit yang mungkin memanfaatkan kamar dan tempat tidur mereka sebagai tempat untuk bekerja.

Semakin sering hal ini dilakukan, semakin terbentuk pula asosiasi psikologis mengenai tempat tidur sebagai tempat untuk terjaga, bukan tempat untuk tidur. Asosiasi psikologis ini dapat memicu terjadinya insomnia atau kesultian untuk tidur.

Hindari menggunakan kamar dan tempat tidur sebagai tempat untuk bekerja. Ingatkan diri bahwa kamar hanya diperuntukkan sebagai tempat beristirahat dan tidur.

Baca Juga

Berolahraga Malam
Olahraga di pagi hari atau di saat hari masih terang dapat membantu memperbaiki gejala insomnia di malam hari. Namun berolahraga di malam hari dapat memberikan dampak yang berlawanan. Dokter ahli tidur dari Insomnia and Sleep Institute of Arizona Stacey Gunn mengatakan berolahraga di malam hari dapat membuat seseorang lebih sulit untuk tidur.

photo
(Ilustrasi Olahraga Yoga) - (Piqsels)
Percakapan Panas
Menjelang tidur, hindari berbagai bentuk percakapan yang memunculkan ketegangan atau suasana panas. Hal ini penting dilakukan agar seseorang tidak pergi tidur dalam keadaan marah atau merasakan perasaan negatif lain.

Studi mengungkapkan bahwa memori emosi negatif lebih sulti diperbaiki setelah tidur malam. Konfrontasi juga dapat memicu respons stres, sesuatu yang perlu dihindari bila seseorang ingin tidur nyenyak.

Konsumsi Kafein
Hindari minum minuman berkafein setelah jam 14.00 siang. Selain kopi, beberapa contoh minuman berkafein lain adalah soda, teh, dan minuman berenergi. Kafein dapat memblok reseptor adenosin, sedangkan adenosin berperan dalam homeostasis tidur.

Minum Alkohol
Meminum alkohol memang dapat membuat seseorang tertidur lebih cepat. Akan tetapi, tidur yang didapatkan setelah minum alkohol adalah tidur berkualitas buruk. Jauhi alkohol, khususnya sebelum waktu tidur.

Penggunaan Gawai
Cahaya merupakan "zeitgeber" atau pemberi informasi waktu yang paling kuat bagi tubuh. Paparan cahaya dapat memberi sinyal kepada otak untuk tetap terjaga. Paparan cahaya terang yang cukup lama sebelum tidur dapat membuat seseorang terus terjaga.

Pancaran cahaya di malam hari juga dapat menekan produksi alami melatonin di otak. Melatonn merupakan hormon yang dilepas sebagai respons terhadap kegelapan.

"Dan membantu kita tertidur," jelas associate professor klinis di bidang neurologi dari University of Michigan Anita Shelgikar.

Membiarkan Lampu Terang
Seperti diungkapkan Anita, paparan cahaya terang dapat menekan sekresi melatonin. Oleh karena itu, penting untuk meredupkan lampu di rumah sejak beberapa jam sebelum jam tidur.

Lama Terbangun di Tempat Tidur
Banyak orang yang meluangkan waktu sekitar 10 jam untuk tidur, akan tetapi hanya benar-benar tidur selama 6-8 jam saja. Hindari terlalu lama berada di tempat tidur dalam keadaan terjaga atau terbagun. Kebiasaan ini juga dapat menciptakan asosiasi bahwa tempat tidur merupakan tempat untuk terjaga. Hal ini dapat mengganggu kualitas tidur.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA