Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Pilpres AS Jadi Ajang Judi di Australia

Kamis 05 Nov 2020 14:58 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan calon presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat, Joe Biden (kanan)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan calon presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat, Joe Biden (kanan)

Foto: AP/Patrick Semansky
Bandar judi Australia telah bayar 16,5 juta dolar AS untuk kemenangan Biden.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pilpres AS jadi ajang judi oleh pihak-pihak tertentu. Seorang bandar taruhan Australia, misalnya,  pada Kamis mengatakan telah membayar 16,5 juta dolar Amerika Serikat kepada orang-orang yang bertaruh pada Joe Biden untuk memenangkan pilpres dan menjadi presiden AS berikutnya.

Bayaran taruhan itu sudah diberikan meskipun hasil resmi dari penghitungan suara elektoral dalam pemilu AS masih belum ditetapkan.

Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan dia menuju kemenangan, meskipun Presiden Donald Trump juga telah mengklaim bahwa dia telah menang dan sedang berupaya melakukan tuntutan hukum dan penghitungan ulang suara.

Namun tetap saja, bandar taruhan Sportsbet di Australia mengatakan telah membayar uang kemenangan untuk lebih dari 100 ribu taruhan bagi kemenangan Biden. "Kami sangat yakin bahwa Biden akan berakhir di Ruang Oval (Oval Office)," kata juru bicara bandar taruhan Australia Sportsbet.

Ruang Oval atau Oval Office adalah ruang kerja resmi Presiden Amerika Serikat yang terletak di Sayap Barat Gedung Putih di Washington.

sumber : Reuters/antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA