Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Sesulit Apa pun, Jangan Sampai Musyrik

Rabu 04 Nov 2020 18:46 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Sesulit Apa pun, Jangan Sampai Musyrik

Sesulit Apa pun, Jangan Sampai Musyrik

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Manusia dianjurkan untuk berdoa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semendesak apa pun kebutuhan manusia tak lantas membuat mereka memilih meminta selain kepada Allah. Hal ini selain tidak dibenarkan, juga akan merusak kapasitas diri seorang hamba.

Ibnu Athaillah dalam kitabnya Al-Hikam berkata: “Maa thalaba laka syai-un mitslul-idhthaari wa laa asra’u bil-mawahibi mitslu ad-dzallati wal-iftiqari,”. Yang artinya: “Tak ada yang lebih mendesakmu selain hadirnya kesulitan, dan tak ada yang lebih cepat menghadirkan pemberian-pemberian Allah kecuali rasa hina dan rasa butuh darimu,”.

Beliau berpendapat memang tiada hal yang lebih mendesak dalam kesulitan, sebab sejatinya kebutuhan mendesak seorang hamba merupakan sifat khusus ubudiyah-nya kepada Allah SWT. Dalam kata lain, permintaan terbaik adalah disaat hadirnya kesulitan atau kebutuhan mendesak.

Baca Juga

Kebutuhan mendesak ini dijelaskan Ibnu Athaillah sebagai sikap menampakkan kefakiran yang sangat. Sehingga hal itu berkonotasi bahwa apabila seorang hamba tak memiliki daya dan upaya apa pun, serta tidak memiliki satu pun sebab yang bisa dijadikan sandaran untuk mendapatkan solusi, itulah keterdesakan.

Kondisi mendesak itu diibaratkan sebagai orang yang tenggelam di laut atau orang yang tersesat di hutan. Maka demikian, Ibnu Athaillah menegaskan, dalam kondisi seperti itu tidak akan ada siapa pun yang dapat membantu kecuali Allah semata.

Maka manusia dianjurkan untuk berdoa, meminta hanya kepada Allah dalam kondisi sesulit apa pun. Meski memang tidak ada yang dapat mempercepat tibanya pengabulan doa, karena memang rasa seperti ini adalah sifat yang terpatri bagi jiwa-jiwa yang terdesak.

Berdoalah, Allah pasti akan kabulkan dalam waktu dan momentum yang tepat menurut-Nya. Wallahu a’lam

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA