Rabu 04 Nov 2020 15:56 WIB

Vaksinasi di Kota Malang Prioritaskan Tenaga Medis

Pemberian vaksin Covid-19 diprioritaskan pada tenaga medis

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani
Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui wartawan di Balai Kota Malang, Rabu (4/11).
Foto: Republika/ Wilda Fizriyani
Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui wartawan di Balai Kota Malang, Rabu (4/11).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada kalangan tenaga medis. Hal ini penting lantaran tenaga medis acap bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji memprediksi jumlah tenaga medis yang berada di daerahnya bisa mencapai ribuan orang. Namun prioritas pemberian vaksin Covid-19 lebih kepada tenaga medis yang berdomisili di Kota Malang dan bekerja di RS.

"Yang (tenaga kesehatan) praktik sendiri juga, pokoknya yang menangani orang," kata Sutiaji saat ditemui wartawan di Balai Kota Malang, Rabu (4/11).

Saat ini, Sutiaji mengaku, masih melakukan pendataan mengenai penerima vaksin Covid-19 di lingkungan tenaga medis. Untuk itu, dia belum bisa memberikan keterangan pasti mengenai jumlahnya.

"Dari ASN sudah 700-an. Dari kita saja, puskesmas, baik induk dan pembantu itu sudah banyak (jumlahnya). Jadi masih pendataan," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan vaksinasi Covid-19 kemungkinan akan dimulai pada pekan ketiga Desember 2020. Pelaksanaan vaksinasi ini mundur dari rencana awal yang disebut-sebut akan dimulai November ini.

Luhut mengatakan saat ini tengah dilakukan uji klinis fase ketiga di Bandung, Jawa Barat, yang dikembangkan Sinovac dan Bio Farma. Untuk bisa melakukan vaksinasi, pemerintah Indonesia juga akan menggunakan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/ EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Saya rasa (vaksinasi akan dilakukan pada) sekitar 9 juta orang di wilayah spesifik yang kami percaya berkontribusi besar pada tingginya kasus Covid-19. Di Jakarta, misalnya, ada sejumlah area yang kami percaya berkontribusi besar pada kasus Covid-19 dan berikan mereka suntikan," katanya yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu.

Luhut menambahkan, dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan bisa membuat wilayah Bali menjadi zona hijau pada awal tahun 2021 mendatang menyusul vaksinasi pada minggu ketiga Desember itu.

"Kami ingin lihat Bali jadi zona hijau, itu target kami, Bali jadi zona hijau harapannya pada awal tahun depan karena kita akan mulai vaksinasi mulai minggu ketiga Desember," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement