Selasa 03 Nov 2020 17:36 WIB

Ekonomi di Banyumas dan Cilacap Mulai Menggeliat

Banyumas dan Cilacap mengalami inflasi sebagai pertanda ekonomi mulai bergairah.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi Inflasi
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Inflasi

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap, sepanjang Oktober 2020  mulai menggeliat. Hal ini ditandai dengan mulai terjadinya inflasi pada bulan tersebut.

''Setelah tiga bulan berturut-turut mengalami deflasi, baru pada Oktober 2020 ini di Kota Purwokerto dan Cilacap terjadi inflasi,'' kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Samsun Hadi, Selasa (3/11).

Baca Juga

Menurutnya, terjadinya inflasi menandai bahwa permintaan masyarakat mulai meningkat, sehingga harga komoditas mulai mengalami kenaikan dalam batas wajar. Tidak dalam kondisi deflasi seperti tiga bulan sebelumnya, dimana daya beli masyarakat menurun sehingga komoditas di pasaran yang  melimpah mengalami penurunan harga.

Dari pengukuran yang dilakukan, kata Samsun Hadi, inflasi yang terjadi di Kota Purwokerto pada Oktober 2020  tercatat sebesar 0,07 persen (mtm). Sedangkan untuk Kota Cilacap, mengalami inflasi cukup tinggi mencapai 0,12 persen.

"Angka inflasi di kedua kota ini, masih lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 0,17 persen (mtm),'' ucap dia.

Menurutnya, kota-kota di Jateng yang menyumbang inflasi tertinggi, antara lain Kota Semarang yang mencapai 0,2 persen, Tegal 0,22 persen, Surakarta 0,10 persen, dan Kudus 0,16 persen.

Secara umum, Purwokerto dan Cilacap tercatat mengalami inflasi yang meningkat pada Oktober 2020, seiring dengan mulai meningkatnya harga komoditas kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau. Untuk bahan makanan, yang mulai mengalami kenaikan antara lain cabai merah dan bawang merah. Di sisi lain, laju inflasi ini masih tertahan oleh harga telur ayam ras dan beras yang mengalami penurunan.

Berdasarkan data terakhir, Samsun menyebutkan, inflasi di Kota Purwokerto secara tahunan tercatat sebesar 1,82 persen (yoy).

Bahkan dia menyebutkan, dibanding rata-rata historis inflasi Oktober selama tiga tahun terakhir, inflasi tahunan 2020 ini jauh lebih rendah. ''Inflasi tahunan Oktober pada 2017 hingga 2019, tercatat mencapai 3,22 persen (yoy),'' jelasnya.

Kondisi serupa, menurutnya, juga terjadi di Kota Cilacap. Secara tahunan, inflasi Kota Cilacap tercatat sebesar 1,77 persen. ''Capaian inflasi tahunan ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata historis inflasi tahunan Oktober selama tiga tahun terakhir yang tercatat sebesar 3,26 persen,'' katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement