Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

UEA Mulai Impor Buah dan Sayuran dari Israel

Selasa 03 Nov 2020 14:11 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

UEA diperkirakan akan mulai mengimpor buah dan sayuran Israel mulai bulan ini (ilustrasi)

UEA diperkirakan akan mulai mengimpor buah dan sayuran Israel mulai bulan ini (ilustrasi)

Foto: ROL/Fakhtar Khairon Lubis
UEA diperkirakan akan mulai mengimpor buah dan sayuran Israel mulai bulan ini

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Israel menyatakan Uni Emirat Arab (UEA) diperkirakan akan mulai mengimpor buah dan sayuran Israel bulan ini. Langkah ini kelanjutan dari normalisasi hubungan yang sudah dilakukan sejak Agustus lalu.

"Perjanjian yang kami tanda tangani dengan UEA menggerakkan kami maju dan menuju masa depan bersama di bidang pertanian," ujar Menteri Pertanian Israel Alon Schuster.

Otorisasi resmi menyatakan kesepakatan telah terjadi sejak pekan lalu setelah serangkaian pertemuan dan koordinasi antara Schuster dan Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA. "Ini adalah berita bagus bagi petani Israel," kata Schuster seperti yang dilaporkan oleh Jerusalem Post.

Perjanjian impor pertanian UEA ini bernilai sekitar 10 miliar dolar AS dalam setahun. Perjanjian terbaru ini sangat menguntungkan bagi pemerintah Israel. 

Menurut Jerusalem Post, Schuster telah menuntut anggaran yang lebih besar untuk pertanian. Dengan demikian Israel dapat mengambil bagian yang lebih besar dari permintaan UEA untuk produk segar.

Dikutip dari Middle East Monitor, UEA tampaknya tidak mengambil tindakan apa pun untuk memastikan bahwa buah dan sayuran yang diimpor dari Israel tidak diproduksi di permukiman ilegal di seluruh wilayah Palestina yang diduduki. Pekan lalu dilaporkan bahwa anggur Israel yang diproduksi di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki akan dijual di Emirat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA