Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Bahaya Pemakaian Konsentrator Oksigen di Rumah

Selasa 03 Nov 2020 09:56 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Pengguna konsentrator oksigen di rumah. FDA mengingatkan agar warga AS tak menggunakan peranti ini tanpa panduan dari dokter.

Pengguna konsentrator oksigen di rumah. FDA mengingatkan agar warga AS tak menggunakan peranti ini tanpa panduan dari dokter.

Foto: rehabmart
Konsentrator oksigen marak dijual secara daring, termasuk di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Di tengah pandemi, warga AS banyak yang membeli dan menggunakan sendiri konsentrator oksigen (oxygen concentrator). Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperingatkan agar tidak membeli atau menggunakan mesin penghasil oksigen untuk di rumah tanpa resep dokter karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti keracunan oksigen.

FDA mengatakan bahwa produk yang menyaring nitrogen dari udara tersebut, mungkin tersedia untuk dijual secara online, tetapi belum disetujui oleh FDA untuk penggunaan tanpa resep. Di Indonesia, mesin itu juga marak ditawarkan di toko daring.

"Anda tidak boleh menggunakan konsentrator oksigen di rumah kecuali telah diresepkan oleh penyedia layanan kesehatan," kata FDA dilansir Fox News, Selasa (3/11).

Memberi diri Anda oksigen tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mungkin lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya. Anda mungkin akan mengonsumsi terlalu banyak atau terlalu sedikit oksigen.

Memutuskan untuk menggunakan konsentrator oksigen tanpa resep dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti keracunan oksigen yang disebabkan oleh terlalu banyak menerima oksigen. Ini juga dapat menyebabkan penundaan dalam menerima perawatan untuk kondisi serius seperti Covid-19.

Kadar oksigen dapat dipantau dengan perangkat kecil yang disebut oksimeter denyut (pulse oximeter) yang bisa dibeli bebas. Alat tersebut menunjukkan peningkatan penjualan di tengah pandemi virus corona. Namun, FDA memperingatkan bahwa mungkin saja mendapatkan pemahaman yang salah atau tidak akurat dalam petunjuk penggunaan jika digunakan di rumah.

Orang memerlukan terapi oksigen dengan menggunakan konsentrator oksigen ketika mengalami masalah pernapasan, seperti asma, kanker paru, flu, atau Covid-19. Akan tetapi, alat itu harus dipakai di bawah pengawasan dokter.

Menghirup oksigen dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang berlangsung lama. Sementara jika terlalu sedikit oksigen dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, otak, dan organ lainnya.

"Jika Anda diresepkan konsentrator oksigen untuk masalah kesehatan kronis dan mengalami perubahan dalam pernapasan atau tingkat oksigen atau memiliki gejala Covid-19, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda. Jangan membuat perubahan sendiri pada tingkat oksigen Anda," kata FDA.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA