Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Mantan Menteri Pendidikan Keluar dari Partai Mahathir

Senin 02 Nov 2020 17:52 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Foto: Reuters/Bazuki Muhammad
Mantan menteri pendidikan Malaysia Maszlee Malik mundur dari Komite Pejuang

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Mantan menteri pendidikan Malaysia yang juga anggota Parlemen Simpang Renggam, Maszlee Malik, mengumumkan penarikan dirinya sebagai anggota Komite Pemrakarsa Pendirian Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang) yang dirintis mantan perdana menteri Mahathir Mohamad.

Mazlee dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Senin, mengatakan tindakannya tersebut diambil karena ingin berkonsentrasi sepenuhnya pada usaha untuk membantu rakyat yang terdampak Covid-19 di negara tersebut, khususnya di Simpang Renggam.

"Usaha dalam gerakan perubahan pendidikan akan diteruskan melalui kapasitas saya sebagai anggota parlemen bebas serta meneruskan ruang aktivitas dan kerja-kerja kemanusiaan di bawah rangkaian pendirian LSM dan rekan-rekan aktivis lain," katanya.

Ia meyakini perubahan tidak memerlukan kedudukan dan jabatan, melainkan keinginan dan kesempatan. Maszlee mengatakan keputusan tersebut dibuat berdasarkan fakta melalui kajian lapangan dan tinjauan terperinci terhadap aspirasi dan kehendak rakyat terbanyak.

"Saya yakin, rakyat sudah muak dengan politik percaturan kuasa oleh pihak politikus elite. Rakyat mau anggota politik yang fokus melayani dan benar-benar menyelesaikan masalah yang rakyat hadapi sekarang," katanya.

Maszlee berdoa agar pandemi Covid-19 segera reda dan menghilang sehingga kehidupan rakyat kembali normal. Mantan pengurus Partai Pribumi Melayu Bersatu (PPBM) itu pernah diberhentikan sebagai Menteri Pendidikan oleh mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad sebelum jabatannya berakhir.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA