Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Solskjaer Bantah Kekalahan MU Disebabkan Masalah Mental

Senin 02 Nov 2020 11:52 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Reaksi Gelandang Manchester United, Paul Pogba pada laga Liga Primer Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Senin (2/11) dini hari WIB. United kalah 0-1.

Reaksi Gelandang Manchester United, Paul Pogba pada laga Liga Primer Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Senin (2/11) dini hari WIB. United kalah 0-1.

Foto: EPA-EFE/Paul Ellis
MU sulit menang di kandang pada ajang Liga Primer Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester (MU) Ole Gunnar Solskjaer membantah kekalahan timnya atas Arsenal di Old Trafford, Senin (2/11), disebabkan oleh permasalah mental. Dari empat pertandingan kandang terakhir Liga Primer Inggris, MU sudah kalah tiga kali dan satu kali bermain imbang. Gol tendangan penalti Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-69 pun membawa kemenangan pertama Arsenal sejak 14 tahun lalu di Old Trafford.

"Menurut saya ini bukan masalah mental. Pertandingan kandang dan tandang memang tanpa penonton, tapi itu bukan menjadi persoalan utama," katanya seperti dilansir The Guardian, Senin (2/11). 

Solskjaer mengaitkan pertandingan Liga Champions pekan lalu, ketika MU membungkan RB Leipzig dengan skor 5-0. Sadar timnya tidak konsisten, ia ingin seluruh pemain langsung mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. 

"Kami tidak berada di jalur yang benar, terlalu ceroboh dan operan tidak sesuai rencana. Terkadang kami memang harus menghadapi tim yang bagus, seharusnya laga berakhir 0-0 (jika tidak ada penalti)," ujarnya. 

Paul Pogba ditengarai menjadi salah satu penyebab kekalahan tim. Sebab, gol penalti Arsenal berawal dari Pogba yang melanggar Hector Bellerin di kotak terlarang. Menanggapi itu, Solskjaer meminta  pemainnya untuk berhati-hati saat berhadapan dengan lawan di kotak penalti. 

"Dia harus berhati-hati pada kakinya. Dia tahu itu bukan pelanggaran keras, ini mirip seperti insiden Nemanja Matic," ucapnya, mengaitkan Matic yang dijatuhkan Gabriel di babak kedua. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA