Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Sinten Remen Kawinkan Lagu Jawa-Sunda di Prambanan Jazz 2020

Senin 02 Nov 2020 00:40 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih

Grup musik keroncong, Sinten Remen feat Endah Laras suguhkan penampilan atraktif di panggung Prambanan Jazz Festival (PJF) 2020 pada Ahad (1/11).

Grup musik keroncong, Sinten Remen feat Endah Laras suguhkan penampilan atraktif di panggung Prambanan Jazz Festival (PJF) 2020 pada Ahad (1/11).

Foto: Dok promotor Rajawali Indonesia
Sinten Remen dan Endah Laras meracik lagu Jawa-Sunda hingga terdengar lebih segar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Grup musik humor keroncong bentukan almarhum Djaduk Ferianto, Sinten Remen, menampilkan perjamuan spesial di panggung Prambanan Jazz Festival (PJF) 2020 pada Ahad (1/11). Tampil bersama Endah Laras, Sinten Remen membuka penampilannya dengan mempersembahkan lagu Syair Kerinduan.

Lagu tersebut dibawakan sebagai ungkapan kerinduan kepada Djaduk yang meninggal satu tahun lalu. “Tepat satu tahun Ndoro (panggilan untuk Djaduk) meninggalkan kita. Biasanya beliau bernyanyi bersama kami. Karena itulah, kami untuk mengobati kerinduan kami bawakan tembang ini,” kata Endah Laras sesaat sebelum bernyanyi.

Dengan penampilan yang enerjik dan jenaka, Sinten Remen juga memberikan suguhan spesial dengan membawakan ulang tembang Jawa dan Sunda di panggung PJF 2020 yang kali ini dihelat virtual lantaran pandemi Covid-19.

Lagu Ayo Ngguyu dan Es Lilin dibawakan secara apik oleh Endah Laras dan Silir Wangi, vokalis Sinten Remen. Ayo Ngguyu merupakan lagu Jawa yang populer dinyanyikan oleh Waljinah, sementara Es Lilin merupakan lagu khas Sunda yang dipopulerkan Nining Meida.

Dengan komposisi dan harmoni musik yang pas, mereka sukses menjadikan lagu itu terasa lebih segar dan baru. Penampilan Sinten Remen yang kerap diselingi dengan orkes humor kian membangkitkan memori penonton terhadap Prambanan Jazz.

Selain itu, mereka juga membawakan tembang Geef Mij Maar Nasi Goreng. Lagu ini merupakan lagu berbahasa Belanda yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Wieteke van Dort, seorang aktris dari Belanda yang lahir dan besar di Indonesia.

Lagu yang jika dialihbahasakan menjadi Berikan Aku Nasi Goreng itu lahir karena Wieteke sangat rindu dengan Indonesia. Akan tetapi kondisi politik menyebabkan ia harus kembali ke Belanda.

Prambanan Jazz Festival Virtual Festival 2020 menjadi perhelatan live streaming yang disiarkan secara langsung dari venue dengan durasi terpanjang di Indonesia yakni dari pukul 16.00 sampai 22.00 WIB. Tayangan ini mengadopsi pertunjukan langsung ke dalam bentuk virtual.

Tidak hanya itu, Prambanan Jazz Virtual ini juga mengisi jeda waktu dengan mendekatkan penonton kepada artis pengisi acara melalui suasana belakang panggung PJF yang selama ini tidak pernah terbayangkan. PJF 2020 digelar selama dua hari pada Sabtu-Ahad (31/10-1/11). Untuk hari kedua, ada banyak musisi yang memeriahkan konser seperti Nadin Amizah, Ardhito Pramono, Yura Yunita, Sinten Remen, dan lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA