Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Jokowi: PKN Bukti Pekerja Seni tak Mau Tunduk oleh Pandemi

Ahad 01 Nov 2020 11:07 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Bayu Hermawan

 Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan PKN 2020, secara virtual, di Jakarta, Sabtu (31/10).

Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan PKN 2020, secara virtual, di Jakarta, Sabtu (31/10).

Foto: Kemendikbud
Jokowi apresiasi pekerja seni yang tetap berkarya di tengah pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi pekerja seni dan budayawan yang tetap berkarya di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, peran pekerja seni cukup besar, termasuk membuat masyarakat terhibur, tenang, dan tidak panik dalam menghadapi pandemi. 

Jokowi juga mengapresiasi pekerja seni dan budaya yang tetap berkomitmen menggelar Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) tahun 2020, meski ditengah keterbatasan. "PKN menjadi bukti bahwa para budayawan dan pekerja seni di seluruh tanah air tidak mau tunduk oleh pandemi Covid-19. Tidak mau menyerah oleh kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Semua terus berkreasi, terus optimis, terus bergerak maju membangun memori masa depan yang lebih baik," ujar Jokowi dalam pembukaan PKN, Sabtu (31/10) malam. 

Baca Juga

Pekan Kebudayaan Nasional tahun ini yang digelar secara daring mengangkat tema 'Ruang Bersama Indonesia Bahagia' dengan menjadikan budaya sebagai pijakan dasar dalam menghadapi pandemi saat ini.

"Ketika menghadapi pandemi Covid-19, memori budaya masyarakat tangguh bencana kembali hidup. Lebih dari delapan bulan masyarakat terus memupuk rasa solidaritas, gotong royong, dan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi pandemi," kata Presiden.

Jokowi menamabahkan, dalam sejarah terbentuknya bangsa Indonesia tercatat bahwa sikap optimistis dan pantang menyerah masyarakat terbentuk dari tantangan alam dan kondisi geografis Nusantara. Terlebih, negara Indonesia juga berdiri di atas cincin api yang membuat negeri kita harus selalu siap siaga dalam menghadapi bencana.

Selama berabad-abad, kata Presiden, nenek moyang bangsa Indonesia berusaha bersahabat dengan semua tantangan itu dan menjaga harmoni dengan alam lingkungan, membangun kebudayaan dan nilai-nilai keutamaan di atasnya.

"Itulah yang membuat bangsa Indonesia tangguh, menghargai perbedaan, kreatif, dan kaya budaya," katanya. 

Salah satu contoh digalinya kembali nilai kebudayaan selama pandemi Covid-19 adalah populernya kembali jamu tradisional untuk meningkatkan imunitas tubuh. Di pengujung sambutan, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk terus berkarya dan menggali kearifan lokal untuk memperkuat kemampuan kita dalam menghadapi bencana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Mari kita terus berkarya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mari terus menggali kearifan lokal untuk memperkuat kemampuan kita dalam menghadapi bencana. Mari kita terus menjaga bumi kita dengan sehormat-hormatnya," kata Presiden. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA