Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Quraish Shihab Jelaskan Larangan Melukis Nabi Muhammad

Ahad 01 Nov 2020 06:30 WIB

Red: Muhammad Hafil

Quraish Shihab Jelaskan Larangan Melukis Nabi Muhammad. Foto: Prof Quraish Shihab

Quraish Shihab Jelaskan Larangan Melukis Nabi Muhammad. Foto: Prof Quraish Shihab

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Lukisan dan karikatur Nabi Muhammad mengusik umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hubungan dunia Islam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron sedang dalam kondisi yang tidak baik. Ini lantaran Macron menyebutkan bahwa penggambaran karikatur Nabi Muhammad sebagai bentuk dari kebebasan berekspresi.

Pernyataannya ini kemudian menimbulkan protes dan kecaman keras dari rakyat dan kepala negara Islam di sejumlah benua. Lantas, mengapa umat Islam marah ketika Nabi Muhammad divisualisasikan?

Jawabannya karena Islam melarang menggambarkan secara jelas wajah dan penampakan para nabi dan rasul. Mengapa Islam melarang visualisasi para nabi dan rasul?  

''Karena dikhawatirkan akan memunculkan pengultusan dan pemujaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Selain itu, visualisasi figur Rasulullah SAW, dikhawatirkan tidak akan mempu menggambarkan pribadi dan figur Rasulullah SAW yang sesungguhnya,'' kata pendiri Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta, Prof M Quraish Shihab, sebagaimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika beberapa waktu yang lalu.

Menurut ulama yang pernah menjadi menteri agama RI itu, visualisasi figur Rasulullah SAW tidak menutup kemungkinan adanya pelecehan. ''Itu dasarnya. Karena bayangkan kalau digambar bisa jadi gambarnya lantas tersebar, mudah diinjak-injak orang. Bisa jadi gambar itu tidak seuai benar dengan apa yang sebenarnya. Karena itu, bisa jadi kalau difilmkan orang yang memerankan figur Nabi dalam film kemudian melakukan hal-hal yang tidak sesuai perilaku Rasulullah SAW. Maka untuk menghindari itu semuanya, lantas dilarang gambar itu,'' kata dia.

Menurut Quraish, untuk memvisualisasikan gambar Nabi Muhammad SAW dalam kondisi yang baik saja dilarang, apalagi yang terjadi di media massa  sejumlah negara di Eropa itu justru untuk melecehkan Rasul. Ketika ditanya kenapa dalam agama Nasrani ada gambar Nabi Isa kenapa dalam Islam tidak boleh ada gambar Nabi Muhammad SAW, menurut Quraish sebenarnya dalam Islam gambar Nabi Isa pun dilarang. ''Karena kemungkinan unsur pelecehannya ada. Bukan hanya Nabi Isa tapi semua nabi-nabi tidak boleh digambar.''

Quraish menjelaskan, gambaran Rasulullah SAW sebetulnya ada dalam hadis. Dirawikan oleh banyak sahabatnya, antara lain wajahnya bulat, rambutnya hitam sampai diujung telinga, alisnya tebal, diantara alisnya ada urat yang nampak, kalau marah matanya bulat sangat hitam, hidungnya mancung, giginya rapih. Kendati begitu, visualisasi Muhammad SAW, sesuai ijtihad ulama, tetap dilarang. ''Dasar pelarangan itu adalah sadduzzaro'i, menutup kemungkinan lahirnya sesuatu yang buruk,'' tambahnya.

 

Baca Juga

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA