Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Senada dengan Jokowi, Wapres Kecam Pernyataan Macron

Sabtu 31 Oct 2020 23:07 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani

Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Foto: Dok.KIP/Setwapres
Sikap toleransi beragama harus dikedepankan tanpa harus menyakiti satu sama lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina agama Islam. Senada dengan penyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wapres Ma'ruf mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan Macron tentang agama Islam.

"Pernyataan Presiden Perancis telah melukai perasaan umat lslam di seluruh dunia," kata Ma'ruf melalui akun Instagram resminya @kyai_marufamin, Sabtu (31/10).

Ma'ruf juga mengecam aksi kekerasan Paris dan Nice, Prancis  yang telah memakan korban jiwa. Ma'ruf menilai pernyataan Macron justru memecah belah antar umat beragama di dunia yang saat ini membutuhkan kebersamaan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Ma'ruf mengajak semua pihak mengedepankan sikap toleransi beragama tanpa harus menyakiti satu sama lain.

"Mari bersama saling asah, asih dan asuh. menjaga nilai kesakralan agama dan mengedepankan sikap toleransi antarumat beragama tanpa harus menyakiti," kata Ma'ruf.

Ia juga mendorong semua umat mengedepankan persaudaraan Islam, persaudaraan antar bangsa, persaudaraan sesama manusia. Ia mengingatkan, meski bukan saudara seiman, sesama manusia adalah saudara dalam kemanusiaan.

"Indonesia mengajak masyarakat dunia mengedepankan toleransi dan persatuan dalam membangun peradaban," kata Ma'ruf.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina agama Islam. Pernyataan ini disampaikan Jokowi seusai melakukan pertemuan dengan para pemuka agama, termasuk MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) pada Sabtu (31/10).

Jokowi melihat, pernyataan Macron telah melukai hati umat Muslim di seluruh dunia dan memecah-belah persatuan antarumat beragama. Padahal, menurutnya, persatuan sedang diperlukan untuk melawan pandemi Covid-19.

"Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia, yang bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19," ujar Jokowi dalam keterangan pers, Sabtu (31/10)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA