Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

WNI di Turki Perlu Waspadai Potensi Gempa-Gempa Susulan

Sabtu 31 Oct 2020 20:26 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto

Petugas mengangkat seorang korban selamat yang ditemukan di antara reruntuhan bangunan usai gempa mengguncang Provinsi Elazig, Turki, Sabtu (25/1).

Petugas mengangkat seorang korban selamat yang ditemukan di antara reruntuhan bangunan usai gempa mengguncang Provinsi Elazig, Turki, Sabtu (25/1).

Foto: Depo Photos via AP
Gempa-gempa susulan di wilayah ini mungkin masih terjadi beberapa pekan ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Turki dan sekitarnya, khususnya yang berada di dekat lokasi sumber gempa kota Izmir, Menderes, dan Menemen, agar tetap waspada. Sebab, gempa-gempa susulan di wilayah ini mungkin masih terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

"Kepada masyarakat Indonesia, jauhi bangunan-bangunan yang sudah miring atau retak-retak, karena dapat berpotensi runtuh/roboh akibat diguncang gempa susulan walaupun dengan kekuatan yang relatif kecil," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (31/10).

gempa

photo
Turki kembali dilanda gempa terbesar dalam satu dekade berkekuatan 7,2 SR. Gempa terutama mengguncang kawasan timur negara itu - (EPA)
Pihaknya meminta, masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan tetap mengikuti arahan dari otoritas setempat. Dia juga meminta, masyarakat Indonesia di Turki mengakses http://www.bmkg.go.id. 

Berdasarkan hasil monitoring BMKG dan beberapa lembaga monitoring gempa bumi dunia, hingga hari ini, tercatat terjadi 36 kali gempa susulan dan dua di antaranya memiliki kekuatan magnitudo M lebih dari 5. 

"Berdasarkan ciri dan karakteristik gempa akibat sesar dengan magnitudo gempa utama yang cukup besar selalu diikuti dengan rentetan gempa-gempa susulan," ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat (30/10) pukul 18.51.26 WIB wilayah Kepulauan Dodecanese, Yunani diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo (M) 7,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 37,89 LU dan 26,84 BT, berlokasi di laut pada jarak 17 km arah barat laut Samos, Yunani pada kedalaman 10 kilometer (km). 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA