Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Pandemi Covid-19, tak Surutkan MiLENnovator Terus Berinovasi

Sabtu 31 Oct 2020 17:35 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Len saat ini tengah menggarap proyek pemasangan 16.800 titik PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya).

Len saat ini tengah menggarap proyek pemasangan 16.800 titik PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya).

Foto: Istimewa
Len Industri mendobrak stigma lama bahwa para milenial dianggap selalu menikmati zona

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT LEN Industri genap berusia 29 tahun. Kebetulannya lagi, usia perusahaan BUMN ini, ternyata tak jauh berbeda degan usia karyawannya. Ya, hampir 70 persen karyawan Len Industri adalah generasi milenial atau di Len Industri akrab disebut dengan miLENnovator (millenial innovator).

Di bawah pimpinan Direktur Utama Zakky Gamal Yasin, Len Industri mendobrak stigma lama bahwa para milenial dianggap selalu menikmati zona nyaman. Bahkan, pandemi covid 19 ini tak membuat para miLENnovator ini behenti berkarya.

Yakni, dari mulai membangun Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), memproduksi perangkat emergency ventilator, hingga membangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi jalur kereta antara Mandalle - Palanro Lintas Makassar – Parepare yang merupakan bagian dari Trans Sulawesi. Inovasi apa saja kah yang telah dibuat LEN puluhan tahun terutama di era pandemi ini? 

Menurut Direktur Utama Len Industri, Zakky Gamal Yasin, untuk proyek terbaru, Len saat ini tengah menggarap proyek pemasangan 16.800 titik PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) mencakup Wilayah Barat (Sumatera, Tangerang, Jawa Barat), Wilayah Tengah (Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan), dan Wilayah Timur (Sulawesi, Maluku, Papua). 

"Pemerintah sendiri melalui Kementerian ESDM menargetkan pemasangan 45 ribu titik PJUTS di 33 provinsi, sehingga masih akan ada peluang lainnya lagi," ujar Zakky kepada wartawan, belum lama ini.

Dalam proyek PJUTS, kata dia, komponen yang paling memiliki porsi terbesar adalah modul surya sebagai komponen yang menghasilkan dan menyalurkan arus listrik ke lampu dengan memanfaatkan sinar matahari. Modul surya yang digunakan diproduksi sendiri oleh Len Industri dan memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 43,5 persen

Terkait penugasan dalam rangka penanganan pandemi covid-19, menurut Zakky, Len masih memproduksi perangkat emergency ventilator #BPPT3S-Len yang menggunakan desain dan komponen lokal. 

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya telah menerima permintaan total sebanyak 153 unit ventilator dari Yayasan BUMN, Bank Mandiri, PT KIO 95, Perum Peruri, RS Budi Sehat, yang semuanya akan disumbangkan kepada rumah sakit yang menangani pasien penderita covid. 

"Emergency Ventilator #BPPT3S-Len dipasarkan dengan harga Rp 25 juta,” kata Zakky.

Bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun ke-29, kata dia  pada 7 Oktober 2020 lalu, Len Industri, melalui Bagian PKBL & CSR, turun ke jalan untuk membagikan masker gratis di sejumlah titik pasar dan terminal di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Kegiatan ini, kata dia, merupakan program nasional pembagian 500 ribu masker gratis oleh 108 BUMN, serentak di 514 kota/kabupaten, yang dilaksanakan pada 6 – 8 Oktober 2020. 

PT Len Industri (Persero) bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Pemerintah Kabupaten Bandung, berkolaborasi membagikan sebanyak 9.000 masker kain untuk masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung. 

Untuk bidang pertahanan, kata dia, Len belum lama ini ikut mendukung kegiatan Latbakjarat (Latihan Menembak Senjata Berat) TNI AD terintegrasi Pussen Arhanud TA 2020 di Pandanwangi Lumajang (10/9). 

Adi Sufiadi Yusuf, Direktur Operasi II Len Industri menyerahkan Target Drone buatan Len kepada Dan Kodiklat TNI AD. Dalam latihan tersebut Target Drone berhasil ditembak prajurit Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD menggunakan rudal mistral.

“Meski kondisi sulit seperti sekarang, PT Len Industri tetap progresif menyelesaikan proyek-proyek yang ditangani dengan pembatasan aktifitas sesuai protokol,” katanya.

Sementara menurut Direktur Operasi I PT Len Industri, Linus Andor M Sijabat,  Len Industri (Persero) tengah menyelesaikan pembangunan sistem persinyalan dan telekomunikasi jalur kereta api Mandalle-Palanro dan Mandai-Mandalle Lintas Makassar-Parepare sepanjang total 102,4 Km.

Jalur Mandalle-Palanro dikerjakan oleh PT Len Industri di lintasan sepanjang 42,8 km dan jalur Mandai-Mandalle di lintasan sepanjang 59,6 km oleh anak perusahaan, PT Len Railway Systems.

Jalur kereta api Mandalle-Palanro dan Mandai-Mandalle merupakan bagian dari Lintas Makassar-Parepare dengan panjang lintasan kurang lebih 145 km dan menghubungkan Kota Makassar menuju Kota Parepare. Di mana Lintas Makassar-Parepare merupakan tahap pertama pembangunan jaringan jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi, yaitu Trans-Sulawesi.

Trans-Sulawesi juga, kata dia, mendukung perkembangan perkotaan terpadu melalui integrasi perkotaan di wilayah pesisir, baik industri maupun pariwisata, serta agropolitan baik kehutanan, pertanian maupun perkebunan.

Dalam pekerjaan tersebut, PT Len Industri sedang menggarap sistem persinyalan, sistem telekomunikasi, dan power system (catu daya), dari pekerjaan instalasi, testing dan pengawasan, hingga pekerjaan sipil.

Len Industri telah menyuplai perangkat sistem persinyalan berupa vital dan non-vital interlocking system, perangkat outdoor persinyalan, catu daya, radio, CCTV, hingga CTS (Centralized Traffic Supervisory).

Secara keseluruhan, kata dia, Len telah terlibat dalam 120 lebih proyek persinyalan di dalam negeri, di sepanjang 2.430 km jalur kereta dan 219 stasiun. Dengan perannya dalam pembangunan Trans-Sulawesi, maka akan menambah daftar keberhasilannya di dunia perkeretaapian di Indonesia. 

Perlu diketahui, pada tahun 1991 hingga 2002 merupakan fase survival era dalam sejarah perkembangan Len, di mana korporasi melakukan transformasi budaya perusahaan dari instansi penelitian bernama LEN (Lembaga Elektroteknika Nasional) pada 1965.

Kemudian, menjadi instansi industri profesional bernama PT Len Industri (Persero) sejak tahun 1991 sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Pada tahun 2002 hingga 2007, perusahaan melakukan transformasi bisnis dan management development.

Selama era transformasi ini, Len Industri menentukan langkah dan mengembangkan berkiprah di sektor usaha elektronika pertahanan, sistem perkeretaapian, energi baru terbarukan, telekomunikasi, sistem kontrol, hingga sistem navigasi. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA