Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Kritik Milenialnya Dibahas di Talkshow, Mega: Keren Ya Gue?

Sabtu 31 Oct 2020 16:41 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan saat pembukaan sekolah pimpinan legislatif di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019).

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan saat pembukaan sekolah pimpinan legislatif di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019).

Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Megawati mengaku senang, kritiknya terhadap milenial menjadi viral.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menanggapi respons publik terkait kritikannya terhadap milenial yang viral dan ramai dibahas oleh sejumlah talkshow di televisi. Mega mengaku heran lantaran apa yang ia sampaikan sampai ramai dibicarakan publik.

"Bilang milenial enggak boleh dimanja, wah sampai talkshow, aku sampai mikir keren ya gue? Keren dong, sampai dibawa talkshow-talkshow segala, opo tho yo?" kata Mega dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi Bidang DPP PDIP dengan tema Gerakan Menanam dan Politik Anggaran: Kebijakan Terobosan Investasi, yang digelar daring, Sabtu (31/10)

Mega mengatakan, bahwa rakyat Indonesia sudah seharusnya digembleng untuk punya semangat juang, dan tahu ke mana arahnya untuk memajukan bangsa. Dirinya juga memahami bahwa bahwa banyak milenial yang sukses. Namun, ia mempertanyakan lantaran mereka yang sukses adalah yang berprofesi sebagai pengusaha.

Baca Juga

"Yang saya maksud berapa yang kamu tolong untuk rakyat, gitu lho," ujar Presiden kelima RI tersebut.

Kendati demikian dirinya mengaku senang lantaran pernyataannya tersebut kemudian viral. Meskipun, dirinya memahami banyak pihak yang pro kontra terhadap omongannya tersebut.

Selain itu dirinya juga mengkritisi anak-anak muda yang ikut dalam aksi demonstasi yang berujung pada tindakan kerusuhan. Megawaiti menegaskan, bahwa dalam berdemonstrasi ada aturannya.

"Bayangkan di Jakarta halte yang susah-susah dibangun, dibakari kabeh. Di tempat kalian mau ngikut ngono? Ketahuan ada PDI yang ngikut ntar tak pecat lho. Orang itu bukanya punya sopo-sopo, punya kalian. Itu kan wilayah punya publik, kendaran umum, halte, transportasi, namanya umum emangnya punya Bu Mega, ndak ada, gimana tho," ujarnya
 
Sebelumnya, dalam peringatan hari Sumpah Pemuda Megawati meminta para pemuda untuk tidak melupakan alasan tercetusnya sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 silam. Dia mengatakan, saat itu para pemuda yang berada dalam tekanan penjajah bersatu dan bersumpah untuk persatuan tanah air Indonesia. Mega lantas menantang generasi muda saat ini untuk melakukan hal serupa.
"Anak muda kita, aduh saya bilang sama Presiden, jangan dimanja, dibilang generasi kita generasi milenial. Saya mau tanya, hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial. Apa sumbangsih kalian kepada bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA