Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Pemasok Bisa Lanjut Kirim Komponen ke Huawei Asal Bukan 5G

Sabtu 31 Oct 2020 15:26 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Huawei

Huawei

Foto: EPA
Beberapa perusahaan seperti Samsung telah mendapat lisensi untuk pasok ke Huawei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembatasan terhadap produk-produk untuk Huawei sedikit berkurang. Financial Times melaporkan perusahaan mitra akan dapat memasok komponen untuk Huawei asal bukan untuk penggunaan 5G.

Lebih khusus lagi, komponen yang boleh dipasok itu tidak tidak akan digunakan dalam peralatan jaringan 5G perusahaan.

"Kami telah menunjukkan bahwa chip untuk perangkat seluler tidak menjadi masalah,” kata seorang eksekutif dari perusahaan semikonduktor Asia ini, seperti yang dilansir dari GSMArena, Sabtu (31/10).

Untuk diketahui, Amerika Serikat melakukan serangkaian pembatasan perdagangan kepada Huawei. Pemerintah AS melarang perusahaan non-Amerika menjual komponen yang dikembangkan dengan teknologi AS kepada Huawei. Aturan ini dikecualikan bagi  perusahaan yang mendapat persetujuan khusus.

Samsung Display sudah memiliki lisensi untuk memasok ke Huawei. Analis di Jefferies, Lee menulis Sony dan OmniVision juga telah diberi lampu hijau untuk memasok Huawei dengan sensor gambar.

Lee percaya Qualcomm dan MediaTek juga dapat menerima lisensi, yang akan menyelesaikan kekurangan chipset Huawei. Huawei sebelumnya dilarang membeli chip dari Mediatek (yang berkantor pusat di Taiwan) karena diproduksi menggunakan teknologi yang dikembangkan di AS.

Belum ada informasi apakah TSMC akan diizinkan untuk melanjutkan pengiriman, yang akan memungkinkan Huawei untuk terus menggunakan chipset Kirin.

Baca Juga

Namun, pakar industri meragukan Qualcomm dan MediaTek akan menerima lisensi untuk melanjutkan pasokan ke Huawei.

Belum jelas apakah perangkat lunak seluler dan layanan online akan menerima kelonggaran juga.  Ini mungkin berdampak besar pada perangkat Huawei dan Honor yang mendapatkan kembali akses ke Layanan Seluler Google.

Bisnis seluler Huawei menyumbang lebih dari separuh pendapatannya. Huawei akan dapat melanjutkan operasi jika rantai pasokan chip pulih. Namun, divisi peralatan jaringan harus bergantung pada stok yang terkumpul sebelum pelarangan karena AS masih menganggap Huawei sebagai ancaman bagi keamanan nasional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA