Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

BNPB: Gedung Sekolah Terdampak Tanah Longsor di Lebak

Sabtu 31 Oct 2020 09:53 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

Ilustrasi longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Dua ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu mushala rusak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gedung sekolah di Kampung Tegalumbu, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terdampak tanah longsor pada Jumat (30/10). Longsor terjadi setelah areal pertanahan yang labil di kawasan tersebut diguyur hujan.

Melalui laporan yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/10), BNPB menyebutkan akibat bencana itu membuat SMAN 3 Cibeber rusak. “Dua ruang kelas rusak berikut satu ruang perpustakaan dan satu bangunan mushala,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Ia mengatakan korban jiwa dinyatakan nihil dan kerugian masih dalam pendataan lebih lanjut. Raditya mengatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan data prakiraan cuaca hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Banten hingga Sabtu.

Baca Juga

Selain Banten, kata dia, prakiraan cuaca serupa juga berlaku untuk sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua.

BMKG sebelumnya juga menyebutkan bahwa tingkat intensitas curah hujan selama musim penghujan pada penghujung 2020 dan pada awal 2021 terjadi peningkatan hingga mencapai 40 persen. Hal ini akibat dampak fenomena La Nina.

"Sebab itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencna (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana terkait dampak dari fenomena La Nina, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung dan angin kencang," ujarnya. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA