Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Minyak Kayu Putih Dioleskan di Masker, Ini Kata Dokter

Sabtu 31 Oct 2020 09:15 WIB

Red: Ratna Puspita

Masker (ilustrasi). Mengoleskan minyak kayu putih atau minyak esensial dengan aroma tertentu pada masker tidak memberi dampak apa-apa.

Masker (ilustrasi). Mengoleskan minyak kayu putih atau minyak esensial dengan aroma tertentu pada masker tidak memberi dampak apa-apa.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Belum ada data ilmiah bahwa minyak kayu putih bisa membunuh Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengoleskan minyak kayu putih atau minyak esensial dengan aroma tertentu pada masker tidak memberi dampak apa-apa. Sebab, belum ada data ilmiah yang menyebut bahwa minyak kayu putih bisa membunuh virus corona baru (Covid-19).

"Bukan buat sehat, yang ada adalah (mengoles di masker) untuk meyakinkan diri kita masih bisa membaui," kata Dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto,Sp.KO saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Covid-19 tidak selalu menimbulkan gejala hilangnya kemampuan untuk membaui. Pada orang tanpa gejala, kondisi tubuh terasa baik-baik saja meski dan tidak ada gejala khusus.

Baca Juga

Karena itu, olesan minyak kayu putih pada masker bukan jaminan penggunanya pasti akan terlindung dari virus corona baru.

Residen Kedokteran Olahraga Freddy Ferdian, menyatakan minyak esensial seperti kayu putih atau peppermint berfungsi sebagai aromaterapi untuk menyegarkan dan meningkatkan konsentrasi. Namun, bukan untuk mencegah ataupun mengobati Covid-19.

"Penggunaan minyak ini juga bersifat individual karena beberapa orang yang sensitif atau alergi terhadap minyak tertentu dapat mengalami pusing, nyeri kepala, sesak, dan gatal saat menghirupnya," jelas Freddy.

Sementara itu, Dokter Muliadi Limanjaya, Dokter Umum di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, lewat surat elektronik mengatakan tidak menyarankan hal itu. "Penggunaan minyak-minyak tertentu pada masker, selain dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan akibat aroma yang terlalu intens, juga dapat menutup pori atau lubang filtrasi pada masker, sehingga tidak disarankan."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA