Monday, 8 Rabiul Akhir 1442 / 23 November 2020

Monday, 8 Rabiul Akhir 1442 / 23 November 2020

BNPB: Banjir dan Longsor di Kebumen, 2.107 Warga Mengungsi

Sabtu 31 Oct 2020 09:10 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ratna Puspita

Sejumlah warga membersihkan material yang menutup jalur Kali Lebeng akibat banjir bandang, di Desa Kalisalak, Kebasen, Banyumas, Jateng, Kamis (29/10/2020). Curah hujan tinggi akibat fenomena La Nina selama beberapa hari terakhir, memicu banjir dan longsor, tanah bergerak dan tanggul sungai jebol, yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen.

Sejumlah warga membersihkan material yang menutup jalur Kali Lebeng akibat banjir bandang, di Desa Kalisalak, Kebasen, Banyumas, Jateng, Kamis (29/10/2020). Curah hujan tinggi akibat fenomena La Nina selama beberapa hari terakhir, memicu banjir dan longsor, tanah bergerak dan tanggul sungai jebol, yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen.

Foto: IDHAD ZAKARIA/ANTARA
Hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Jateng hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bencana banjir dan tanah longsor di wilayah administrasi Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah memaksa sebanyak 2.107 warga mengungsi. Dari keseluruhan warga yang mengungsi, sebanyak 995 warga mengungsi di SD Madureja dan 1.112 warga di sekolah dasar lainnya dan rumah panggung Sidobunder.

"Bencana yang terjadi sejak Senin (26/10) tercatat telah berdampak pada 13 kecamatan di Kabupaten Kebumen," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (31/10).

Ia menyebutkan wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Prembun, Kecamatan Alian, Kecamatan Kebumen, Kecamaatan Karanganyar, Kecamatan Kemit, Kecamatan Puring dan Kecamatan Sempor. Kemudian Kecamatan Padureso, Kecamatan Pejagoan, Kecamatan Sruweng, Kecamatan Karangsambung, Kecamatan Karanggayam dan Kecamatan Rowokele.

Baca Juga

Hingga sejauh ini, ia mengatakan, bencana tersebut telah mengakibatkan kerugian materil meliputi lima unit rumah rusak berat, 10 unit rumah rusak sedang, 52 unit rumah rusak ringan, dua sarana pendididikan, 36 titik jalan, tiga unit jembatan, tiga unit tanggul terdampak. "Dalam upaya percepatan penanganan bencana banjir dan longsor tersebut, BPBD Kabupaten Kebumen terus melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Muspika, TNI/POLRI dan Relawan," ujarnya.

Selain itu, tim BPBD Kabupaten Kebumen dibantu tim gabungan juga membantu proses evakuasi warga terdampak banjir dan melakukan pembersihan puing dan material banjir serta longsoran. Ia menambahkan, upaya terkini yang dilakukan juga meliputi penyerahan bronjong ke Desa Madurejo, Kecamatan Karanggayam sebanyak 25 buah dan penyerahan Bronjong ke Desa Padureso, Kecamatan Padureso sebanyak 30 buah.

photo
Fenomena La Nina (Ilustrasi) - (republika/mgrol100)
Sementara itu, ia menyebutkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan data prakiraan cuaca yang menyebutkan bahwa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Jawa Tengah hingga Sabtu (31/10).

Selain Jawa Tengah, prakiraan cuaca serupa juga berlaku untuk sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua. 

BMKG sebelumnya juga menyebutkan bahwa tingkat intensitas curah hujan selama musim penghujan pada penghujung 2020 dan pada awal 2021 terjadi peningkatan hingga mencapai 40 persen. Hal ini akibat dampak fenomena La Nina.

"Sebab itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencna (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana terkait dampak dari fenomena La Nina, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung dan angin kencang," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA