Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Kasus Covid-19 Melandai, Ini Kata Pakar Kesehatan

Sabtu 31 Oct 2020 06:33 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Covid-19. Pakar Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Budi Hidayat mengatakan melandainya kasus Covid-19 bisa menjadi fenomena gunung es.

Ilustrasi Covid-19. Pakar Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Budi Hidayat mengatakan melandainya kasus Covid-19 bisa menjadi fenomena gunung es.

Foto: Pixabay
Melandainya kasus Covid-19 bisa menjadi fenomena gunung es.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Budi Hidayat mengatakan melandainya kasus Covid-19 bisa menjadi fenomena gunung es. Ia pun mempertanyakan kapasitas pemeriksaan atau testing Covid-19 setelah aksi demonstrasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dua pekan lalu.

"Itu sudah dicek semua belum? Maksudnya apakah semua orang yang ikut demonstrasi kemarin ikut dites? Sebab, tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 bukan berarti tidak ada penambahan kasus dari peserta demo UU Ciptaker," katanya saat dihubungi Republika, Jumat (30/10).

Ia pun mendorong agar semua peserta unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja dilacak. Ia mengatakan bisa saja orang yang demo dan saling berinteraksi di antara mereka akhirnya membuat penambahan kasus Covid-19, tetapi tidak terungkap. 

Baca Juga

Ia khawatir peserta demonstrasi yang tidak mengikuti tes swab tersebut positif Covid-19 dan tanpa gejala. Kemudian, ia mengatakan, orang tanpa gejala ini ikut berlibur seperti saat cuti bersama pekan ini.

"Padahal, seperti kita ketahui transmisi virus bisa cepat terjadi kalau kita lengah, apalagi tidak mengenakan masker atau jaga jarak. Artinya, kalau ada ledakan kasus dua pekan lagi maka ini bisa menjadi korelasi," ujarnya.

Sebelumnya, terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran menolak UU Ciptaker di berbagai wilayah, 6 hingga 8 Oktober 2020. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengkhawatirkan demonstrasi terkait Undang-Undang Cipta Kerja di berbagai daerah di Indonesia akan memunculkan klaster baru Covid-19. 

"Saya khawatir ke depan makin banyak pasien," kata Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban saat dihubungi di Jakarta, Kamis (8/10).

Namun, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus harian semakin menurun pada Jumat (30/10) hari ini. Satgas pada hari ini. Dari 24.854 pemeriksaan spesimen, Satgas menemukan 2.897 kasus baru. 

Total kasus Covid-19 hingga hari ini pun telah mencapai 406.945 orang. Sedangkan kasus sembuh yang dilaporkan hari ini meningkat, yakni 4.517 kasus dan menjadikan total kasus sembuh mencapai 334.295 orang. Kemudian sebanyak 81 orang tercatat meninggal dunia dan menjadikan total kasus meninggal mencapai 13.782. 

Di sisi lain, hal yang patut dicermati adalah penurunan jumlah spesimen yang diperiksa. Pada 8 Oktober 2020 ketika jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 4.850 kasus, spesimen yang diperiksa sebanyak 43.389.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA